53 PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN MORAL Deny Setiawan FIS Universitas Negeri M edan email: geodeny@mail.com A bstrak: Kondisi krisis moral pascareformasi menunjukkan capaian kompetensi moral yang diproses melalui bangku persekolahan belum menghasilkan keluaran pengembangan kecerdasan moral peser- ta didik. Kondisi demikian diduga berawal dari tumbuhnya budaya verbalistik dari proses pembela- jaran yang cenderung mengajarkan pendidikan moral sebatas tekstual. Fenomena dan fakta tersebut, menyebabkan banyak pihak menyimpulkan pentingnya peran pendidikan karakter secara intensif se- bagai esensi pengembangan kecerdasan moral (building moral intelligence). Perspektif ini menempatkan moral sebagai aspek lingkungan utama yang menentukan karakterisasi peserta didik. Oleh karena itu, kecerdasan moral harus secara sadar dipelajari dan ditumbuhkan melalui pendidikan karakter secara aplikatif. Pada tahap awal implementasi pendidikan karakter di tingkat persekolahan perlu dilakukan melalui pengkondisian moral (moral conditioning) yang kemudian berlanjut dengan latihan moral (moral training). Desain pendidikan karakter seperti ini berfungsi sebagai wahana sistemik pengem- bangan kecerdasan moral yang membekali peserta didik dengan kompetensi kecerdasan plus karak- ter. Kata Kunci: pendidikan karakter, kecerdasan moral, pengondisian moral, pelatihan moral THE ROLE OF CHARACTER EDUCATION IN DEVELOPING MORAL INTELEGENCE A bstract : The post-reform moral crisis shows that the achievement of moral competence processed at school has not developed the learners’ moral intelligence output. This condition may be due to the growth of the verbal culture from the learning process that tends to teach moral values textually. These phenomena make many parties consider the important role of intensive character education as the essence of moral intelligence development (moral intelligence building). This perspective places moral as the main environmental aspect which determines the learners’ characterization. Therefore, moral intelligence must be consciously learned and grown through applied character education. At the first step of the character education implementation at school, it requires moral conditioning followed by moral training. Such a character education design functions as a systematic tool for developing the learners’ moral intelligence competence and character. Keywords: character education, moral intelligence, moral conditioning, moral training PENDAHULUAN Pembangunan karakter bangsa yang sudah diupayakan dengan berbagai ben- tuk, hingga saat ini belum terlaksana de- ngan optimal. Hal itu tercermin dari se- makin meningkatnya kriminalitas, pelang- garan hak asasi manusia, ketidakadilan hu- kum, kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai pelosok negeri, pergaulan bebas, pornografi dan pornoaksi, tawuran yang terjadi di kalangan remaja, kekerasan dan kerusuhan, serta korupsi yang kian me- rambah pada semua sektor kehidupan. Ma- syarakat Indonesia yang terbiasa dengan kesantunan dalam berperilaku, musyawa- rah-mufakat dalam menyelesaikan masa- lah, kearifan lokal yang kaya dengan plu- ralitas, sikap toleran dan gotong-royong, mulai cenderung berubah menjadi hege- moni kelompok-kelompok yang saling me- ngalahkan dan berperilaku egois individu- al. Gambaran fenomena tersebut menun- jukkan bangsa ini tengah mengalami krisis