81 PSIKOLOGIKA VOLUME 14 NOMOR 1 TAHUN 2009 Saat memasuki perkawinan suami-istri melangsungkan akad perkawinan. Adhim mendambakan kehidupan perkawinan yang (2006) menjelaskan sakinah sebagai membahagiakan. Nick dkk (Barus, 2005) ketenangan hati, ketenteraman jiwa dan menyatakan bahwa pada umumnya pasangan terbebasnya diri dari keinginan-keinginan yang melakukan perkawinan menginginkan yang dilarang, karena dari keinginan- terciptanya keluarga bahagia, saling keinginan yang dilarang akan menimbulkan mencintai, dan mampu menjadi keluarga kegelisahan dan kecemasan. Hakekat harmonis. Widyarini (2006) menyatakan perkawinan muslim yang sesuai dengan bahwa individu akan merasa hidupnya ajaran Islam adalah untuk mencapai bahagia ketika menemukan kepuasan dalam ketenangan hati dan kehidupan yang aman relasi perkawinan. Kepuasan perkawinan damai yang disebut sakinah. memiliki pengertian sebagai pernyataan diri Namun pada kenyataannya tidak mengenai kepuasan dengan pasangan (Edgar semua pasangan mampu merasakan & Daughtry, 1997). kebahagiaan dan kepuasan dalam Sakinah, mawaddah, dan rahmah perkawinannya seperti yang diharapkan pada merupakan tujuan utama dan harapan awal perkawinan. Penulis, melalui manusia muslim dan muslimah saat akan pengamatan pada beberapa media massa, melangsungkan perkawinan maupun setelah mencatat banyaknya suami atau istri yang Abstract The purpose of this reseach was to examine the relationship between couple flexibility and level of marital satisfaction. The respondents were couples with children of their own and they have steady job. Data collected using Couple Flexibility Scale (Olson dan DeFrain, 2003) and Marital Satisfaction Scale. Couple Flexibility has 6 aspect, those were leadership, dicipline, negotiation, role and responsibility, rules and changes whereas Marital Satisfaction has 14 aspects: spouse personality, equality in roles dan tasks, communication, conflict resolution, financial arrangement, spare time activities, sexual relationship, relationship with children, relatives and friends, religious orientation, ambition, love and passion. Data analyzed using Spearman rho technique show that the fleksibility of couple related to their level of marital satisfaction. The contributions (highest to lowest) of each aspect of flexibility to marital satisfaction's level were: disipline (r=0,700), roles and responsibility (r=0,694), leadership (r=0,676), negotiation (r=0,676), changes (r=0,584) and rules (r=0,491). Moreover, the result could also predict the occurance of one aspect in each variable when other aspect in other variable known. Keyword s: couple flexibility, marital satisfacton FLEKSIBILITAS PASANGAN DAN KEPUASAN PERKAWINAN Sekar Ajeng Sawitri Irwan Nuryana Kurniawan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia