No. 17/Tahun IX. Oktober 2016 ISSN 1979-2409 34 ANALISA TEKNO-EKONOMI DALAM PEMILIHAN SENSOR KONSENTRASI HYDROGEN UNTUK PENGGUNAAN DI LABORATORIUM IEBE Dede Sutarya 1) dan Agus Sartono DS Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional, Serpong, Banten, Indonesia, 15313 1) dedes@batan.go.id ABSTRAK─Makalah ini membahas analisa tekno-ekonomi dalam pemilihan sensor konsentrasi hidrogen untuk penggunaan di Intalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE). Sebelum memilih sebuah sensor, penting untuk mempertimbangkan prinsip kerja sensor yang tersedia dan sifat-sifat khusus dari obyek yang akan diukur yaitu hydrogen serta faktor lingkungan pada aplikasi dimana sensor akan digunakan. Proses pemilihan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor teknis dari spesifikasi sensor serta pertimbangan ekonomi yaitu umur pakai dari sensor yang akan dipilih. Faktor-faktor tersebut dianalisa berdasarkan teknologi sensor yang tersedia di pasar, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai pertimbangan teknis dan ekonomis dalam pemilihan sensor. ABSTRACT─This paper discusses the selection of a hydrogen concentration sensor for the use in the Experimental Fuel Element Installation (IEBE). Prior to selecting a sensor, it is important to consider the working principle of the sensor that available and the special properties of the object to be measured, namely hydrogen as well as environmental factors in applications where the sensor will be used. The selection process is done by considering the technical factors of the specification sensors as well as economic considerations, namely service life of the sensors to be selected. These factors are analyzed based on sensor technology that commercially available, so the results can be used as a technical and economic considerations in the selection of the sensor. I. PENDAHULUAN Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) adalah instalasi nuklir dikawasan Serpong yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan teknologi produksi bahan bakar nuklir. Laboratorium ini dirancang untuk memproses bahan baku ( yellow cake) menjadi serbuk uranium dioksida untuk energi nuklir dan membentuk serbuk tersebut menjadi sebuah pellet yang kemudian dirakit menjadi bundel bahan bakar [1] . Dalam proses fabrikasi di IEBE terdapat beberapa peralatan yang menggunakan gas hydrogen dalam prosesnya yaitu; proses sintering, proses oksidasi-reduksi untuk gagalan pellet dan proses oksidasi reduksi di PCP (Pilot Conversion Plant). Bahaya utama dalam penggunaan gas hidrogen terletak pada sifat yang sangat mudah terbakar di udara (4-75% volume di udara). Sifat yang sangat mudah terbakar ini dapat mengakibatkan kebakaran dan ledakan. Untuk penggunaan yang aman dari bahaya gas hidrogen, sifat-sifat keselamatan hidrogen harus dikarakterisasi dengan baik. Gas hidrogen sangat mudah terbakar memiliki rentang batas eksplosif 4,1-74,8% volume di udara. Energi minimum pengapian gas hidrogen di udara pada tekanan atmosfer adalah sekitar 0,02 mJ dan hal ini telah menunjukkan bahwa lepasan gas hidrogen sangat mudah tersulut [2], suhu pengapian di udara adalah 520-580⁰ C.