PENGARUH NILAI KURS, INFLASI, SUKU BUNGA DEPOSITO DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Azwir Nasir dan Achmad Mirza Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru 28293 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai kurs, inflasi, suku bunga deposito, dan volume perdagangan saham terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia. Variabel dependen dalam penelitian ini diwakili oleh return saham, sedangkan variabel independen terdiri dari nilai kurs, inflasi, suku bunga deposito dan volume perdagangan saham. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga dari 28 perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia selama periode penelitian, hanya ada 20 perusahaan yang memenuhi syarat untuk dijadikan sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat variabel independen yang diuji terhadap return saham perusahaan perbankan, ada tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap return saham, yaitu inflasi dengan t hitung sebesar 2,233 dan tingkat signifikansi 0,030, suku bunga deposito dengan t hitung sebesar 2,741 dan tingkat signifikansi 0,008 dan volume perdagangan saham dengan t hitung sebesar 2,643 dan tingkat signifikansi 0,011. Sedangkan nilai kurs tidak berpengaruh terhadap return saham dengan t hitung sebesar 0,034 dan tingkat signifikansi 0,973. Kata kunci : Nilai Kurs, Inflasi, Suku Bunga Deposito, Volume Perdagangan Saham Dan Return Saham PENDAHULUAN Ketatnya persaingan dalam dunia bisnis dan ekonomi yang terjadi saat ini menjadi pemicu yang kuat bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan performa terbaiknya dalam mempengaruhi investor untuk menarik atau menanamkan investasinya. Manajemen perlu memberikan informasi keuangan perusahaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap kegiatan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan sarana investor untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dan dapat digunakan untuk pembuatan keputusan investasi yang tepat. Salah satu alternatif investasi adalah dengan menerbitkan surat berharga di pasar modal. Pasar modal berperan menyediakan sumber dana alternatif jangka panjang kepada perusahaan dan dapat mengurangi ketergantungan pembiayaan investasi dari kredit perbankan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Selama sepuluh tahun terakhir, pasar modal telah memberikan kesempatan bagi pemodal asing dan domestik untuk melakukan investasi telah menunjukkan peningkatan kinerja luar biasa. Berbagai besaran yang umum digunakan untuk mengukur kinerja suatu pasar modal seperti kenaikan harga saham, kapitalisasi pasar, volume perdagangan, nilai perdagangan dan frekuensi