10 PERBANDINGAN MAINTAINABILITY, FLEKSIBILITY, TESTABILITY PADA CMS OPEN SOURCE E-COMMERCE Rini Anggrainingsih 1* , Aren Dwipa Pangastuti Suryono 1 , Umu Amanah Nur Rohmawati 1 1 Program Studi Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan Surakarta 57126 * Email : rini.anggrainingsih@staff.uns.ac.id Content Management System (CMS) open source banyak digunakan dalam website e-commerce. CMS open source e-commerce tumbuh semakin canggih dan lebih kompetitif. Artikel ini berisi perbandingan kualitas software dari top three CMS open sourece e-commerce yaitu Magento, Woocomerce,dan OpenCart. perbandingan dilakukan terhadap kualitas revision software yaitu maintainability, fleksibility, dan testability. Kualitas revison diuji sebab maintenance dan testing merupakan proses yang sangat penting dalam pembuatan sebuah software dan memerlukan banyak resource. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan phpmetric untuk menghitung maintainability index, afferent coupling, efferent couping, lack of cohesion method, cyclomatic complexity. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menentukkan open source e-commerce terbaik dalam proses maintenance, adaptasi, dan modifikasi. Hasil menunjukkan bahwa magento memiliki kemampuan terbaik untuk maintenance, testing, dan perubahan kode dibandingkan Woocommerce dan Opencart, dimana nilai maintainaility indenxnya 111,36, afferent coupling 0,826, efferent coupling 1,83, Lack of cohesion method 2,10 dan Cyclomatic Complexity 11,02. KeywordsContent Management System, E-Commerce, Kualitas Revision software, Maintenance, Opensorce. I. PENDAHULUAN Electronic commerce atau disingkat e-commerce merupakan aktifitas buying (pembelian), selling (penjualan) dan exchanging of product (penukaran produk) baik berupa service maupun informasi melalui suatu jaringan komputer yaitu internet [1]. Content management system (CMS) adalah suatu perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola content suatu website [2]. Ada ratusan CMS e-commerce yang saat ini beredar dipasaran dan diantaranya merupakan software opensource [3]. Pertumbuhaan teknologi opensource tergolong tinggi, di ASEAN untuk sektor jasa keuangan saja pengadopsian open source telah bertumbuh sebesar 7,5 persen pada tahun 2016. Hal ini diprediksi akan terus berkembang menjadi lebih kompetitif, lebih cangih dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik [4]. Sedangkan survey yang dilakukan oleh [5] menemukan bahwa 78 persen perusahaan telah menggunakan software open source, namun sebagian besar perusahaan tersebut kurang memperhatikan pengelolaan software yang digunakannya. Opensource banyak dipilih karena free dan menyediakan option yang dapat disesuaikan menurut kebutuhan pengguna. Berdasarkan hal tersebut software yang dipilih untuk diuji adalah software open source. Survey yang dilakukan [6] menunjukkan bahwa Magento, OpenChart, dan Woocomerce merupakan Top tree CMS e-commerce opensource yang paling banyak digunkan oleh website e-commerce dengan presentase sebagai berikut: Woocomerce (34.8%), Magento (33.4%), dan Opencart (6.3%). Berdasarkan hal tersebut CMS e-commerce opensource yang dipilih adalah Magento,OpenChart, dan Woocommerce. Dalam industri software saat ini masalah maintenace software menjadi topik yang sering dibahas, sebab maintainance dan testing software merupakan proses penting yang menentukan kualitas dari suatu software. Maintenance dan testing memerlukan banyak sumber daya, setidaknya menghabiskan sepertiga sumber daya yang diperlukan dalam pembuatan suatu software. Membuat software yang mudah dalam maintenance, perubahan code , dan testing akan menghemat banyak pengeluaran. Software yang mudah dimaintenance, mudah dimodifikasi, dan mudah ditesting adalah software yang memiliki kualitas revison yang baik. Faktor kualitas revision diantaranya mintainability, fleksibility, dan testability. Maintainability software dapat diukur menggunakan maintainability index [7]. Menurut McCall subfaktor dari fleksibility adalah modularity, generality, self-descripness, dan simplicity. Mengukur nilai fleksibilitas suatu software dapat dilakukan dengan mengukur subfaktor modularity dan simplicity. Modularity dapat diukur melalui cohesion dan coupling [8]. Mengukur testability dapat dilakukan dengan mengukur kompleksitas suatu software. Komplesitas software diukur dengan cyclomatic complexity [9].