Jurnal Biology Science & Education 2018 Asyik nur allifah BIOLOGI SEL (vol 7 no 1 edisi jan-jul 2018 issn 2252-858x/e-ISSN 2541-1225) Page 81 HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KEPADATAN BIVALVIA DI PESISIR PANTAI ORI KECAMATAN PULAU HARUKU Asyik Nur Allifah AF 1 , Rosmawati T 2 1,2 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi E-mail:asyik.nur.allifah.af@gmail.com Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Maret – 21 April 2017 di Pesisir Pantai Ori Kecamatan Pulau Haruku. Tipe penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Untuk menghitung hubungan dari kerapatan lamun dan kepadatan bivalvia digunakan analisis korelasi sederhana dengan rumus pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total kerapatan lamun di Pesisir Pantai Ori Kecamatan Pulau Haruku pada kedua transek sebesar 367,5 ind/m² yang termasuk dalam kategori rapat/lebat, sedangkan jumlah total kepadatan bivalvia pada kedua transek sebesar 6 ind/m². Hasil perhitungan uji korelasi diketahui nilai korelasi sebesar 0,347 yang berarti bahwa hubungan dari kerapatan lamun dan kepadatan bivalvia di Pesisir Pantai Ori kecamatan Pulau Haruku sangat lemah diperkuat dengan taraf signifikansi sebesar 0,653 lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan kerapatan lamun dengan kepadatan bivalvia di pesisir pantai Ori kecamatan pulau haruku. Kata Kunci: Kerapatan Lamun, Kepadatan Bivalvia Ekosistem pesisir merupakan ekosistem yang dinamis dan memiliki kekayaan habitat yang berlimpah baik di darat maupun di laut serta saling berinteraksi antara habitat tersebut. Lamun merupakan salah satu ekosistem sumber daya alam yang ada di laut dan banyak diminati oleh biota laut karena sangat bermanfaat. Lamun bisa dikatakan sebagai sumber kehidupan bagi biota laut. Hal ini di karenakan banyak hewan laut yang bisa mendapatkan makanan, tempat tinggal sekaligus tempat berkembang biak dari padang lamun. Azkab (1988), menjelaskan ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem dilaut dangkal yang paling produktif. Hal ini karena lamun memberikan tempat pelindungan dan tempat menempel berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan (alga) (Azkab, 1988). Salah satu jenis biota laut yang senang berada di padang lamun adalah bivalvia. Bivalvia merupakan salah satu kelas kedua terbesar dari vilum moluska setelah gastropoda yaitu sebanyak 31.000 spesies. Bivalvia termasuk kedalam hewan sesil yang tersebar di perairan pesisir seperti intertidal, dengan substrat lumpur bercampur pasir. Beberapa spesies bivalvia hidup pada substrat yang lebih keras lempung, kayu, atau batu, air tawar serta sedikit yang hidup di daratan (Resel & Hunter, 1983). Bivalvia adalah bagian dalam kelas moluska yang memiliki dua cangkang atau yang sering di sebut kerang. Padang lamun yang sering dijumpai di alam sering