88 | Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian | Volume 14 No.2 September 2017 : 88- 97 STORAGE LIFE OF RAMBUTAN PACKED BY USING MICROPERFORATED EMAP AND CAS TECHNIQUES FOR LONG DISTANCE TRANSPORTATION Setyadjit 1 , Jeroen A. Knol 2 , Maxemre Paillart 2 , Sri Yuliani 1 , Sulusi Prabawati 3 , Wisnu Broto 1 and Yessy Rosalina 4 . 1 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Jl. Tentara Pelajar No. 12, Cimanggu, Bogor, Indonesia, 16114 2 Wageningen University, The Netherland 3 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Balitbangtan, Kementan 4 Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fateta, IPB Email: Pascapanen@yahoo.com (Diterima 15-05-2017, Disetujui 10-08-2017) ABSTRACT There are many techniques to increase storage life of rambutans, which is a non-climacteric fruit, among others EMAP (Equllibrium Modifed Atmosphere Packaging) technique, and CA (Controlled Atmosphere) technique. The laboratory experiment using EMAP technique on rambutan cv. Binjai and Lebak Bulus was conducted using 4 levels of micro-perforation LDPE flm, i.e. 0, 5, 10, 30 holes (100 µm), and stretch flm (control supermarket); combined with storage temperature (ambient vs10 o C). Prior to placing the the fruit at 10 o C storage room, they have been adapted to 15 o C for 24 h. EMAP 10 micro-perforations has been found superior to keep fruit freshness up to 21 days at 10 o C for both ‘Binjai’ and ‘Lebak Bulus’. Applied EMAP 10 micro-perforation in air transported container from Jakarta to the Netherland (Amsterdam, 40 h; 11365 km distance) showed 18 days of storage for Binjai and Lebak Bulus, only 14 days for Rapiah. Storage by using CA, cannot reached 30 days. Low oxygen (3%) plus CO 2 14-17 % showed better retention of fesh color. Thus, for air tranport was possible to ship rambutan to Europe and packing in EMAP after arrival.. Keywords: rambutan, EMAP, CAS, postharvest, storage life, air transportatiton ABSTRAK Setyadjit, Jeroen Knol, Maxe Paillard, Sri Yuliani, Sulusi Prabawati, Wisnu Broto and Yessy Rosalina. 2017. Umur Simpan Rambutan yang dikemas dengan Menggunakan Teknik EMAP Mikroferforasi dan CAS Microperforated untuk Transportasi Jarak Jauh. Ada banyak teknologi untuk meningkatkan umur simpan rambutan, yang merupakan buah non klimakterik, antara lain teknik EMAP (Equillibrium Modifed Atmosphere Packaging) dan teknik CA (Controlled Atmosphere). Percobaan laboratorium menggunakan teknik EMAP pada rambutan cv. Binjai dan Lebak Bulus dilakukan dengan menggunakan 4 tingkat jumlah lubang pada LDPE flm dengan perforasi mikro: 0, 5, 10, 30 lubang (100 µm) dan stretch flm (kontrol supermarket); dikombinasikan dengan suhu penyimpanan (kamar vs 10 o C). Sebelum menempatkan buah di ruang penyimpanan 10 o C, rambutan telah diadaptasi dengan suhu 15 o C selama 24 jam. EMAP 10 perforasi mikro lebih unggul untuk menjaga kesegaran buah hingga 21 hari pada suhu 10 o C untuk 'Binjai' dan 'Lebak Bulus'. Perforasi mikro EMAP 10 yang diterapkan di kontainer yang diangkut udara dari Jakarta ke Belanda (Amsterdam, 40 jam, jarak 11350.64 km) menunjukkan penyimpanan selama 18 hari untuk Binjai dan Lebak Bulus, tetapi hanya 14 hari untuk Rapiah. Penyimpanan lanjutan dengan menggunakan CA, tidak bisa mencapai 30 hari. Oksigen rendah (3 % O 2 ) ditambah CO 2 14-17% menunjukkan retensi warna daging yang lebih baik. Dengan demikian, agar tranport udara memungkinkan untuk mengirim rambutan ke Eropa, direkomendasikan menggunakan liner plastic dalam karton dan perlu dikemas dengan EMAP setelah tiba di tujuan. Kata kunci: rambutan, kemasan atmosfer termodifkasi kesetimbangan, penyimpanan atmosfer terkendali, pascapanen, umur simpan, transportasi udara