SIMULASI KEAMANAN SERVER MENGGUNAKAN OPENVPN Sandre Handoyo 1 , Mochammad Fahru Rizal 2 , Setia Juli Irzal Ismail 3 1,2,3 Fakultas Ilmu Terapan - Telkom University sandre.nobunaga@gmail.com 1 , mfrizal@tass.telkomuniversity.ac.id 2 , jul@tass.telkomuniversity.ac.id 3 Abstrak Seiring perkembangan yang cepat pada bidang teknologi terutama pada sektor jaringan, telah memungkinkan terjadinya sebuah transaksi data dari dua tempat yang berjauhan. Transaksi data yang terjadi tersebut melewati jaringan publik yang merupakan jaringan yang dipakai oleh semua orang. Data yang melewati jaringan publik secara otomatis data tersebut dapat disadap oleh pihak yang tidak berwenang atau sering disebut sniffing, maka diperlukan sebuah sistem keamanan untuk mencegah hal tersebut. Pada proyek akhir ini disimulasikan sebuah sistem keamanan yang mencegah tindakan sniffing dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN). Dengan menggunakan VPN seluruh paket data yang terkirim dienkripsi sebelum dikirimkan agar isi data tersebut tidak dapat langsung dibaca oleh orang lain yang tidak memiliki wewenang. OpenVPN merupakan VPN yang disimulasikan dalam proyek akhir ini. Kata kunci: sniffing, VPN, OpenVPN Abstract With the rapidly development of technology esespecially on network technology, it is possible to do a transaction data to or from far away server. As a data that cross over network that used by everyone its mean there are possiblity the data can be stealed by the others or usually called sniffing, because of that the server indeed need a security system to avoid this happen. This final proyek focused on simulation a security system to avoid sniffing using a virtual private network (VPN). With VPN all packet data will be encrypted before it transmitted, so it can't be read easily. OpenVPN will be the VPN that used in this final project. Keywords: sniffing, VPN, OpenVPN 1. Latar Belakang Server dalam sebuah jaringan komputer merupakan bagian yang sangat penting karena menyimpan dan melakukan transaksi data yang penting. Dengan adanya data penting maka rawan terjadinya pencurian data pada server yang sering disebut sebagai sniffing. Maka dari itu diperlukan sebuah sistem keamanan yang dapat mengurangi pencurian data tersebut. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi pencurian data, dalam simulasi proyek akhir ini digunakan Virtual Private Network (VPN) dengan menggunakan tools berupa OpenVPN. 2. Dasar Teori a. Server “Serve” yang berarti melayani merupakan kata asal dari server, adalah sebuah sistem atau perangkat yang mempunyai fungsi khusus dalam suatu jaringan sebagai penyedia layanan kepada klien. Setiap server secara khusus memungkinkan memiliki fungsi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, serta tidak menutup kemungkinan satu komputer dapat berfungsi sebagai beberapa server sekaligus [6]. b. sniffing sniffing atau packet sniffing merupakan sebuah teknik monitoring setiap paket yang terjadi dalam sebuah jaringan. packet sniffer adalah sebuah software atau hardware untuk memonitoring seluruh trafik dalam jaringan. Sniffer atau pihak yang melakukan sniffing merupakan ancaman dalam keamanan dalam keahlian mereka dalam menangkap dan membaca trafik masuk maupun keluar [5]. c. VPN Virtual Private Network (VPN) merupakan sebuah ekstensi dari intranet privat yang melewati jaringan public seperti internet, untuk membuat sebuah koneksi jaringan privat baru yang aman melalui sebuah lorong [1]. walaupun tidak memiliki fisik, sebuah VPN harus diperlakukan sebagai sebuah ekstensi dari suatu infrastruktur jaringan, yang berarti harus tersedia layanannya ke seluruh klien dan aplikasi yang terdapat pada topologi utama jaringan tersebut [3]. d. OpenVPN OpenVPN merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membuat layanan VPN yang mendukung keamanan SSL/TLS, Ethernet bridging, TCP atau UDP tunneling melalui proxy atau NAT, mendukung DHCP hingga ribuan klien dan dapat dijalankan hamper di setiap sistem operasi [2]. OpenVPN mendukung enkripsi konvensional yang menggunakan pre-shared secret key (Static Key Mode) atau public key security (SSL/TLS mode) menggunakan sertifikasi klien dan server. OpenVPN juga mendukung non-enkripsi TCP/UDP tunneling. OpenVPN bekerja dengan menggunakan antarmuka virtual TUN/TAP [4]. 3. Analisis dan Perancangan Dalam proyek akhir ini dibutuhkan beberapa perangkat lunak dan perngakt keras. Tabel 1 berikut menjelaskan kebutuhan perangkat keras. Tabel 1 Kebutuhan perangkat keras Jenis Jumlah Keterangan Laptop 1 HDD 500GB, RAM 4GB, Processor core i3 dan Tabel 2 menjelaskan kebutuhan perangkat lunak yang digunakan. Tabel 2 Kebutuhan perangkat lunak Nama Perangkat lunak Versi Pengembang OpenVPN 2.3.6 OpenVPN Technologies, Inc Webmin 1.750 webmin OpenVPN GUI 2.3.8 OpenVPN Technologies, Inc Oracle VM VirtualBox 4.3 Oracle corp. ISSN : 2442-5826 e-Proceeding of Applied Science : Vol.1, No.3 Desember 2015