Available online at: http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/kt Khazanah Theologia, Vol. 3 No. 3 (2021): 131-146 DOI: 10.15575/kt.v3i3.12708 *Corresponding Author Received: May 30, 2021; Revised: June 22, 2021; Accepted: June 24, 2021 Tren Baru Islam melalui Gerakan Hijrah: Studi Kasus Shift Pemuda Hijrah Paelani Setia 1* , Rika Dilawati 2 1,2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Email: setiapaelani66@gmail.com Abstract This article aims to discuss the strategy of the hijrah movement in utilizing the hijrah trend in urban areas. This study takes a case study on the religious youth movement, the Youth Hijrah Movement (Shift) in Bandung City, in actualizing Islamic values that are packaged in a contemporary way according to the millennial generation. The research method used is qualitative by exploring understanding and responses through interviews with administrators, members, and congregations regarding Shift's contribution in spreading Islam conventionally and through social media platforms. The results of this study state that Shift takes advantage of the trend of migration due to the phenomenon of urban youth spirituality drought through interesting and useful religious programs for the wider community. The Shift is a manifestation of the existence of a Cyber Islamic Environment or an Islamic cyber environment in cyberspace that is used to convey Islamic messages. The activities of the Shift movement that are packaged on social media platforms and their interactions with the congregation are the new face of Islam in cyberspace. In addition, to accommodate traditional religious traditions such as Islamic boarding schools, the Shift also makes symbolic efforts to use its learning methods like an Islamic boarding school. Keywords: Digital Da'wah; Hijrah Youth Movement; Shift-Bandung City; Social Media. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan strategi gerakan hijrah dalam memanfaatkan tren hijrah di wilayah perkotaan. Penelitian ini mengambil studi kasus pada gerakan pemuda keagamaan, Gerakan Pemuda Hijrah (Shift) Kota Bandung dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Islam yang dikemas secara kekinian sesuai dengan generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan mengeksplorasi pemahaman dan tanggapan melalui wawancara kepada pengurus, anggota, dan jemaah mengenai kontribusi Shift dalam menyebarkan Islam secara konvensional dan melalui platform media sosial. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Shift memanfaatkan tren hijrah akibat fenomena kekeringan spiritualitas pemuda perkotaan melalui program-program keagamaan menarik dan berguna bagi masyarakat luas. Shift merupakan wujud dari adanya Cyber Islamic Environment atau lingkungan siber Islam di dunia maya yang dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan Islam. Aktivitas gerakan Shift yang dikemas dalam bingkai media sosial serta interaksinya dengan jemaah merupakan bentuk wajah baru Islam di dunia maya. Selain itu, untuk mengakomodir tradisi keagamaan yang bersifat tradisional seperti Pesantren, Shift juga melakukan upaya simbolik pada metode pembelajarannya layaknya sebuah Pesantren. Kata Kunci: Dakwah Digital; Gerakan Pemuda Hijrah; Media Sosial; Shift-Kota Bandung. PENDAHULUAN Modernisasi perkotaan melahirkan sekularisme agama dan memicu kebangkitan teologis di antara sebagian Muslim perkotaan (Mujibuddin & Zuliana, 2019; Pachoer, 2016). Dilema ini telah terakumulasi sehingga banyak Muslim mencari tanggapan potensial terhadap krisis identitas yang mereka hadapi saat ini. Dalam hal ini, hijrah memberikan jawaban sekaligus oase spiritual dalam masyarakat urban kontemporer (Fajriani & Sugandi, 2019). Hijrah adalah tanggapan atas pencarian makna untuk solusi pemikiran dan praktik keagamaan di luar 'Islam arus utama' yang dominan dan dianggap berdampak kecil pada kualitas hidup dan tindakan Muslim perkotaan.