53 Pekerjaan dan keluarga merupakan dua domain utama dalam kehidupan orang dewasa yang bekerja (Noor, 2002:345–346), baik laki-laki maupun perempuan. Berperan aktif dalam keduanya menyebabkan mer- eka mempunyai peran ganda, peran dalam pekerjaan (sebagai pekerja) dan juga peran dalam keluarga (se- bagai istri, suami, dan orangtua). Karena itu menye- imbangkan tuntutan dalam peran pekerjaan dan peran keluarga yang diemban, merupakan tugas penting pekerja dewasa untuk meminimalkan konfik. Konfik pekerjaan-keluarga/work family confict (WFC) adalah konflik antar peran yang populer. Konfik ini menjadi pemicu stres, distress dan depresi. Keterbatasan (scarcity) ruang, waktu dan energi yang dimiliki seseorang menjadi dasar utama terjadinya konfik antar peran (interrole confict) tersebut (Asforth, Kreiner & Fugate, dalam Rau & Hyland, 2002). Distress dan depresi menjadi penyebab utama menurunnya tingkat kesehatan pekerja (Frone, 2000), meningkatnya absensi, dan turnover intention (Ne- temeyer, Alejandro & Boles, 2004) yang menjadi permasalahan utama individu dan organisasi. Konfik pekerjaan-keluarga bahkan telah menjadi isu strategik organisasi. Menurut Turner (dalam Hammer, Cul- len, Neal, Sinclair & Shafro, 2005:138), penduduk Amerika menghabiskan $43 triliun per tahun untuk mengatasi masalah depresi. Biaya tersebut meliputi biaya kecelakaan dan asuransi medis, menurunnya produktivitas kerja (lost of productivity), dan ketidak- hadiran (absenteeism) (Gibson, 2003:200). Karena itu, organisasi perlu menyikapi permasalahan konfik pekerjaan-keluarga ini dengan serius, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. Meskipun demikian, pengujian konfik pekerjaan- keluarga secara konseptual kurang tepat, karena seringkali berfokus pada individu sebagai unit analisis (Hammer, Bauer, & Grandey, 2003; Westman, 2001, Edwards & Rothbard, 2000). Pengujian tersebut me- Pengaruh Konfik Pekerjaan-Keluarga terhadap Perilaku Withdrawal Pasangan Suami Istri yang Bekerja Lohana Juariyah Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang , HP. 081328379547, Lohana. Azis@gmail.com Harsono Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Jl. Grafka No. 2 Yogyakarta, Telp. 0274 513665 Abstract: This study used the concept of bi-directional of work family confict (WFC) that dis- tinguishes work confict (WIF) from family confict (FIW), to test the effect of both of them to withdrawal behavior of 110 dual-earner couples, who were living together with children. The data were obtained by questionnaire from respondents who work as government’s bank offcial, and also their partner. The aim of the study was to analyze and examine the spillover effect of WFC to withdrawal behavior; lateness, absenteeism, and turnover. Correlation and multivariate analysis showed that the study supports the withdrawal behavior hypotheses. The result showed that lateness and absenteeism of respondent and partner were infuenced by work confict and family confict. However, the family confict had a dominant effect. Hence, exploring and dis- tinguishing the construct of FIW from WIF is simportant to do. Finally, this fact supported the concept of bi-directional of WFC. Keywords: work confict, family confict, withdrawal behavior, spillover effect 53