Prosiding Seminar Nasional Kota Berkelanjutan 2018 Anggie Trixy, Hernani Yulinawati, Bambang Iswanto p-issn 2621-2048/e-issn 2621-2056 http://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/index.php/kotaberkelanjutan DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psnkb.v1i1.2891 61 Kajian Tingkat Kebisingan di Kawasan Pendidikan SD Negeri 06 Tanjung Duren, Jakarta Barat Study of Noise Level in Education Areas SD Negeri 06 Tanjung Duren, West Jakarta Anggie Trixy, Hernani Yulinawati * , Bambang Iswanto Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, 11450, Indonesia * Email Koresponden: hernani@trisakti.ac.id A B S T R A K Tingkat Kebisingan akibat aktivitas lalu lintas berpotensi menjadi salah satu sumber kebisingan yang dapat menganggu efektivitas kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 06 Tanjung Duren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan lingkungan di Kawasan Pendidikan SD Negeri 06 Tanjung Duren dan membandingkan tingkat kebisingan berdasarkan ketinggian pada lantai 1, 2, dan 3 serta untuk mengetahui tingkat ketidaknyamanan civitas akademika di SD Negeri 06 Tanjung Duren berdasarkan analisis kuisioner. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari dengan mengukur tingkat kebisingan di 8 titik sampling selama 16 jam (Ls) mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996. Tingkat kebisingan tertinggi selama pengukuran adalah 76.4 dB(A) pada hari Rabu dan tingkat kebisingan terendah selama pengukuran adalah 65.9 dB(A) pada hari Minggu. Tingkat kebisingan yang dihasilkan pada hari kerja maupun hari libur melebihi baku mutu kebisingan untuk kawasan pendidikan yaitu sebesar 55 dB(A). Pengendalian kebisingan yang dapat dilakukan di SD Negeri 06 Tanjung Duren adalah dengan menanam tanaman dan mengganti peralatan yang ada di sekolah seperti Pintu, Jendela, menggunakan Cat Peredam Suara, Insulasi dan Gorden di sekolah yang dapat mengurangi tingkat kebisingan. Kata Kunci: dB(A), kawasan pendidikan, kebisingan, lalu lintas, leq 1. PENDAHULUAN Semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan transportasi juga semakin meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan menyebabkan berbagai dampak salah satunya adalah kebisingan yang dikhawatirkan berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Kebisingan menurut KepMen LH No.48 Tahun 1996 adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Peraturan menteri kesehatan No. 718 Tahun 1987 dalam Setiawan (2010) tentang kebisingan pada kesehatan dibagi menjadi empat zona wilayah yaitu: