44 | Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia HUBUNGAN RASIO LINGKAR PINGGANG-PINGGUL TERHADAP TINGKAT NYERI MENSTRUASI PRIMER PADA REMAJA PEREMPUAN Ni Kadek Merry Marth Ardyastin 1 , Ari Wibawa 2 , Luh Made Indah Sri Handari Adiputra 3 , I Wayan Gede Sutadarma 4 1 Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2 Departemen Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 3 Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 4 Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana merrymarth01@gmail.com ABSTRAK Remaja perempuan sebagian besar mengalami nyeri saat menstruasi terutama nyeri menstruasi primer. Nyeri menstruasi salah satunya disebabkan oleh rasio lingkar pinggang-pinggul. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 orang perempuan dengan rentang usia 15-18 tahun. Variabel independen ialah rasio lingkar pinggang-pinggul yang diukur dengan midline dan variable dependen ialah tingkat nyeri menstruasi primer yang diukur dengan Modified Menstrual Distress Questionnaire (MMDQ). Hipotesis diuji dengan Chi Square Test dan Spearman’s Rho untuk menganalisis signifikansi hubungan antara rasio lingkar pinggang-pinggul dengan tingkat nyeri menstruasi primer. Pada penelitian ini didapatkan hasil rerata rasio lingkar pinggang-pinggul ialah 0,811 ± 0,043 dan rerata tingkat nyeri menstruasi primer ialah 28,643 ± 11,612. Dari analisis data didapatkan hubungan yang signifikan antara rasio lingkar pinggang-pinggul terhadap tingkat nyeri menstruasi primer pada remaja perempuan dengan p = 0,042. Hasil uji korelasi Spearman’s Rho didapatkan ada korelasi yang lemah (r = 0,243) antara rasio lingkar pinggang- pinggul terhadap tingkat nyeri menstruasi primer pada remaja perempuan. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan rasio lingkar pinggang-pinggul terhadap tingkat nyeri menstruasi primer pada remaja perempuan. Kata Kunci: Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul, Tingkat Nyeri Menstruasi Primer, Remaja Perempuan THE CORRELATIONS BETWEEN WAIST HIP RATIO AND PRIMARY MENSTRUATION PAIN AMONG TEENAGE GIRLS ABSTRACT Most of teenage girls have painful experience during their menstrual period, especially primary dysmenorrhea. It caused by many factors one of them is Waist Hip Ratio. This study was cross sectional analytical research. There are 70 samples collected of females aged 15-18 years. The independent variable is Waist Hip Ratio measured with midline and the dependent variable is primary menstruation pain measured with Modified Menstrual Distress Questionnaire (MMDQ). The hypothesis tested using Chi Square Test and Spearman’s Rho to analyzed the significance of correlation between Waist Hip Ratio and primary menstruation pain among teenage girls. This study got the result of mean of Waist Hip Ratio is is 0.811 ± 0.043 and mean of primary menstruation pain is 28.643 ± 11.612. In analysis calculation, the output data is known as p = 0.042. The result of Spearman’s Rho is low correlation (r = 0.243) between Waist Hip Ratio and primary menstruation pain. It can be conclude there is a significant relations between Waist Hip Ratio and primary menstruation pain among teenage girls. Keywords : Waist Hip Ratio, Primary Menstruation Pain, Teenage Girls PENDAHULUAN Setiap perempuan memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda satu sama lain. Sebagian perempuan ada yang mengalami nyeri saat menstruasi, sebagian pula ada yang tidak memiliki keluhan. Menstruasi merupakan suatu proses meluruhnya dinding rahim akibat tidak adanya pembuahan dari sel sperma dan dipengaruhi oleh beberapa hormon diantaranya estrogen dan progesteron. Menstruasi terjadi secara berkala setiap bulan pada semua wanita usia subur. 1 Menstruasi pertama terjadi pada anak usia 12-13 tahun yang nantinya akan mengakibatkan kebingungan pada anak, emosi dan bahkan tidak sedikit yang mengalami nyeri saat menstruasi yang berasal dari tidak seimbangnya hormon prostaglandin. Istilah dari nyeri yang sering dialami wanita ketika menstruasi disebut nyeri menstruasi. Nyeri menstruasi dirasakan saat haid dengan gejala berupa kram perut bagian bawah, punggung dan kaki. 2 Nyeri menstruasi menjadi salah satu permasalahan dibidang ginekologi yang banyak menyerang remaja putri. Nyeri menstruasi yang sering terjadi adalah nyeri menstruasi primer atau nyeri haid yang terjadi tanpa adanya kelainan alat reproduksi. Survei yang dengan metode cross-sectional dilakukan dibeberapa negara seperti India, Nigeria, New England, Australia, Singapura dan Wellington mengatakan bahwa sekitar 30-60% perempuan usia produktif mengalami nyeri saat menstruasi, dengan 7-15% mengalami nyeri yang parah hingga sering mengganggu aktivitas sehari-hari. 3 Nyeri menstruasi primer dialami 50-70% populasi wanita dengan gejala seperti kram, nyeri pelvis, punggung, kaki, pusing, mudah lelah, nafsu makan bertambah, mual dan muntah. Di Indonesia nyeri menstruasi menjadi salah satu keluhan yang sering ditemukan pada wanita usia muda. 4 Dalam suatu penelitian dengan sampel yang berjumlah 50 orang mahasiswi di Semarang ditemukan bahwa kejadian nyeri menstruasi ringan sebanyak 18%, nyeri menstruasi sedang 62% dan nyeri menstruasi berat 20%. Di Yogyakarta tahun 2007, sebanyak 55%