Journal of Art, Design, Education And Culture Studies (JADECS), Vol 5 No. 1 – April 2020 e-ISSN 2548-6543 30 TATA KELOLA PAMERAN BERBASIS PROJECT LEARNING PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Khamadi 1 , Agus Setiawan 2 , Dwi Puji Prabowo 3 Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Dian Nuswantoro 1,2,3 khamadi@dsn.dinus.ac.id, agus.setiawan@dsn.dinus.ac.id, prabowo.dinus@gmail.com Abstract: Cultivating exhibitions for visual communication design students is to increase the drive to create and enhance the spirit of student appreciation for the work of students to achieve quality and character in the work. The research objective is to know and understand the governance of Project Learning-based exhibits to improve the quality of learning and build a climate of appreciation for artwork among Udinus visual communication design students. The research method uses qualitative methods which are more emphasized on observation, interviews, documentation. Through the implementation of Project Learning-based exhibition governance, learning outcomes in improving quality can be achieved. Key Words: Exhibition, Management, Project Learning Abstrak: Membudayakan pameran bagi mahasiswa desain komunikasi visual adalah untuk meningkatkan dorongan mencipta dan meningkatkan jiwa apresiasi mahasiswa terhadap hasil karya mahasiswa untuk mencapai mutu kualitas dan karakter dalam kekaryaan. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui dan memahami tata kelola pameran berbasis Project Learning dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun iklim apresiasi karya seni dikalangan mahasiswa desain komunikasi visual Udinus. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang lebih ditekankan pada observasi, wawancara, dokumentasi. Melalui implementasi tata kelola pameran berbasis Project Learning, capaian pembelajaran dalam peningkatan kualitas dapat tercapai. Kata kunci: Pameran, Tata kelola, Pembelajaran, Project Learning Setiap aktivitas seni dan pengucapan artistik adalah bagian dari refleksi psikis manusia terhadap dunia visual dan auralnya. Aktivitas artistik yang lebih merupakan proses adaptasi psikis tak akan berlangsung tanpa adanya suatu energi kreatif (Aesijah 2000: 69). Aktivitas yang mampu mendukung timbulnya energi kreatif salah satunya adalah penyajian karya dan kegiatan apresiasi. Penyajian karya dan kegiatan apresiasi terhadap karya seni bagi kalangan mahasiswa merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kritik, wacana, dan iklim berkarya. Kegiatan yang perlu diwadahi dalam bentuk pameran. Pameran bagian dari wujud ruang dialog antara karya dengan penikmat atau penghayat, sehingga kedudukan pameran menjadi bagian yang amat penting. Karya-karya disuguhkan kepada khalayak ramai tidak lain adalah wujud pertangungjawaban seorang pencipta /perancang. Di sisi lain, kegiatan apresiasi karya juga mempengaruhi kemampuan seseorang dalam proses memaknai sebuah objek karya seni rupa yaitu dalam hal khusus yang dimaksudkan adalah desain. Metode-metode perlu dikembangkan guna mencapai kualitas pemahaman dan pemaknaan sebuah desain dan karya seni pada umumnya. Sehingga karya yang diciptakan memiliki dasar konsep yang matang dan kualitas estetik yang mampu meningkatkan pemahaman makna serta taraf hidup manusia yang bermartabat. Metode yang bersinggungan dengan medan penciptaan dan