50 | Zaenal Muttaqin, Al-Hikam Mutiara Pemikiran Sufistik …….. Al-Hikam Mutiara Pemikiran Sufistik Ibnu Atha’illah as-Sakandari Oleh: Zaenal Muttaqin 1 muttaqinaff@gmail.com Abstrak : Cinta terhadap Allah mengharuskan seseorang menempuh medan perjalanan spiritual yang panjang dan terjal. Ditulis dalam gaya bahasa aporisma yang indah tanpa menggusur kedalaman pesan yang ingin disampaikan, Al-Hikam yang ditulis Ibnu Atha’illah as-Sakandari mendeskripsikan jalan-jalan spiritual yang harus ditempuh para penempuh jalan tersebut. Diantaranya, keharusan menjangkau setiap stasiun spiritual (maqam) seperti taubat, zuhd, shabr, tawakkal), dan ridha. Selanjutnya, para penempuh juga akan mencapai sejumlah kondisi (ahwal) seperti khauf, raja’, tawadhu, ikhlas, dan syukr yang harus diterima sebagai karunia Yang Dituju (Allah), bukan hasil usahanya. Kata Kunci: Aporisma, Syarh, Maqam, Ahwal, Makrifat Pengantar: Al-Hikam dan Tasawuf Nusantara Pengajaran tasawuf melalui pembacaan terhadap berbagai literatur (baca, kitab) yang ditulis para tokoh tasawuf sangat populer di kalangan masyarakat Muslim Nusantara. Popularitas ini merujuk pada kegiatan pengajian yang tidak hanya berlangsung di kalangan santri pondok pesantren, melainkan juga masyarakat Islam pada umumnya. Bila di pesantren para santri mengkaji tasawuf sebagai salah satu kurikulum pesantren yang wajib dipelajari, pengajian tasawuf di kalanganmasyarakat biasanya ditempuh melalui majelis-majelis taklim pada waktu- waktu tertentu dengan dipimpin seorang kyai atau ulama yang memiliki pemahaman cukup tentang ajaran tasawuf melalui pembacaan literatur tasawuf atau bahkan terlibat dalam organisasi persaudaraan spiritual Islam, tarekat.