Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 4, Nomor 2, Juli-Desember 2021 p-ISSN: 2615-5680 e-ISSN: 2657-2222 | Wulandari; Atqia Persepsi Santri Terhadap... | 138 PERSEPSI SANTRI TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL-HASYIMI KABUPATEN PEKALONGAN Purwita Wulandari, Wirani Atqia Institut Agama Islam Negeri Pekalongan Wittawita003@gmail.com, Wirani.atqia@iainpekalongan.ac.id Abstrac Everyone has a different perception of a condition, be it social conditions or other conditions that exist in society. Perception is a unique interpretation of a situation. Perception is individual, because perception is an integrated activity within the individual, therefore perception can be expressed because of feelings and thinking abilities. This study uses a qualitative research approach by exploring the tendency of many Islamic boarding schools in providing education to respond to the Covid-19 pandemic by clarifying a case study of a pesantren. The case selected here is the students' perception of online learning at the Al Hasyimi Islamic Boarding School, Pekalongan Regency. This study concludes that online learning in Islamic boarding schools does not work because of the students' assumption that gadgets and smartphones provide more harm than benefits for the development of education in Islamic boarding schools. This is the main source of the problem with the stuttering of technology and communication tools in Islamic boarding schools in dealing with online learning during a pandemic like this. This study suggests the need for new policies related to the use of communication technology in Islamic boarding schools. If so far it is still strictly prohibited, in the future certain access is needed so that students (santri) can usecommunication media in developing learning. Keywords: Perception, Online Learning, Islamic Boarding School. Abstrak Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap suatu kondisi, baik itu kondisi sosial maupun kondisi lainnya yang ada di masyarakat. Yang dimaksud Persepsi yakni intrepretasi unik dari sebuah situasi. Persepsi bersifat individual, karena persepsi merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam individu, maka dari itu persepsi dapat dikemukakan karena perasaan dan kemampuan berfikir. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan mengeksplorasi dari kecenderungan banyak pesantren dalam menyelenggarakan pendidikan merespon suasanan Pandemi Covid 19 dengan memperjelas pada studi suatu kasus pesantren. Disini Kasus yang dipilih adalah Persepsi santri terhadap pembelajaran daring di pondok pesantren Al Hasyimi Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menyimpulkan tidak berjalannya pembelajaran online di pesantren adalah karena anggapan santri bahwa gadget maupun smartphone lebih banyak memberikan kerugian dari pada manfaat bagi perkembangan pendidikan di pesantren. Hal ini menjadi sumber masalah utama gagapnya alat teknologi dan komunikasi dipesantren dalam menghadapi pembelajaran daring di masa pandemic seperti ini. Penelitian ini menyarankan perlunya kebijakan baru terkait penggunaan teknologi komunikasi di pesantren. Kalau selama ini masih sangat dilarang, ke depan perlu akses tertentu agar siswa (santri) dapat menggunakan media komunikasi dalam mengembangkan pembelajaran. Kata Kunci: Persepsi, Pembelajaran Daring, Pesantren.