AGRISOCIONOMICS Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian ISSN 2580-0566 http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/agrisocionomics 2(1): 58-69, Mei 2018 DAYA KEKUATAN TAWAR MENAWAR PENGUSAHA SLONDOK DI DESA SUMURARUM KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG R. Manimabi,* S. H. Priyanto, H. J. Nadapdap Fakultas Pertanian dan Bisnis, Program Studi Agribisnis, Universitas Kristen Satya Wacana *email: Ruthmanimabi@gmail.com Diterima 12 Maret 2018, disetujui 6 Mei 2018 ABSTRACT In improving and developing slondok business, it is necessary to analyze the factors that influence and the bargaining power factor owned by slondok entrepreneurs. This study aims to: (1) Know the bargaining power owned by slondok entrepreneurs in Sumurarum Village, Grabag Subdistrict (2) To analyze alternative strategies applied by slondok entrepreneurs in increasing the bargaining power of slondok. This research method is qualitative with descriptive design. Determination of participants in this study using purposive techniques. The results show that the quantity of purchase, purchase information, sales quantity, sales strategy, consumer information, purchase cost, product differentiation and brand identity, promotion, technology, product innovation in the form of variation of taste, large market share controlled by slondok entrepreneurs, the employee owned by slondok entrepreneur has the power in raising the bargaining power of slondok. Alternative strategies applied by slondok entrepreneurs are taste innovation, providing fast service, brand awareness, and maintaining good relationships. Keywords: agroindustri, industri kecil, 2 kekuatan Porter, strategi generik PENDAHULUAN Pembangunan agroindustri merupakan kelanjutan dari pembangunan pertanian yang dapat memberikan nilai tambah melalui kegiatan hilir (off farm agribusiness), berupa agroindustri dan jasa berbasis pertanian. Sehingga perlu adanya strategi yang dapat diterapkan guna terciptanya industri-industri kecil dengan tujuan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tingkat perkembangan sektor industri di Indonesia masih relatif rendah, namun disadari pengembangan industri kecil bukan saja penting bagi suatu jalur ke arah pemerataan hasil-hasil pembangunan, tetapi juga sebagai unsur pokok seluruh struktur industri di Indonesia yang dengan investasi kecil dapat berproduksi secara efektif serta dapat pula menyerap tenaga kerja. Industri kecil merupakan kegiatan ekonomi rakyat mempunyai kedudukan, potensi dan peran yang strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin berimbang berdasarkan demokrasi ekonomi. Dengan adanya peningkatan usaha pada sektor pertanian tentunya diharapkan dapat memberikan peluang usaha untuk industri- industri yang ada di Indonesia agar dapat terus berkembang memperluas usaha serta pangsa pasar yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian industri untuk melihat peluang dan ancaman yang ada agar suatu pengusaha dapat terus berkembang. Menurut Porter (2008), daya tawar pembeli pada industri berperan dalam menekan harga untuk turun, serta memberikan penawaran dalam peningkatan 58 Jurnal Agrisocionomics 2(1):58-69, Mei 2018