JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA, Vol 3, No 2, April 2019 ISSN 2614-5278 (media cetak) ISSN 2548-8368 (media online) Hal 78-83 | DOI: 10.30865/mib.v3i2.1064 Puji Sari Ramadhan| http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/mib | Page 78 Aplikasi Diagnosa Granulomatous Dermatis Menggunakan Certainty Factor Puji Sari Ramadhan Program Studi Sistem Informasi, STMIK Triguna Dharma, Medan, Indonesia Email: pujisariramadhan@gmail.com Abstrak Granulomatous Dermatis merupakan penyakit yang berjenis peradangan pada lapisan dalam kulit yang menyebabkan kerusakan pada saraf, lapisan kulit dan anggota motorik tubuh. Penyakit ini bermula pada serangan kuman aerob berjenis mycobacterium leprae yang dapat menyebar dan menularkan infeksi dengan penularan melalui kontak dan udara, selain itu penyakit ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada awal abad V. Pada saat sekarang ini pendiagnosaan dan penanganan Granulomatous Dermatis mengalami kesulitan, hal ini didasari dengan keterbatasannya informasi dan kurangnya pengetahuan para masyarakat tentang Granulomatous Dermatis sehingga nantinya akan dapat mengakibatkan terlambatnya atau ketidaksiapan penanganan pada pasien dengan kasus Granulomatous Dermatis. Atas dasar kejadian tersebut maka sangat perlu membangun sebuah sistem dengan mengakuisisi konsep keilmuan kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan sebuah Sistem Pakar yang nantinya dapat dipergunakan dalam melakukan pendiagnosaan Granulomatous Dermatis dengan menerapkan analisa Certainty Factor. Dengan adanya aplikasi diagnosa ini nantinya dapat membantu masyarakat dan tenaga ahli medis dalam melakukan pendiagnosaan Granulomatous Dermatis sebagai sarana referensi dalam pengambilan kesimpulan diagnosa akhir. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan, Sistem Pakar, Certainty Factor, Aplikasi Diagnosa, Granulomatous Dermatis. Abstract Granulomatous dermatitis is a type of inflammatory disease in the inner layer of the skin that causes damage to the nerves, skin layers and motor members of the body. This disease originated in the attack of an aerobic type of mycobacterium leprae which can spread and transmit infection by contact and air, besides this disease is estimated to enter Indonesia in the early V century. At present the diagnosis and treatment of Granulomatous Dermatis is experiencing difficulties, this based on the limited information and lack of knowledge of the community about Granulomatous Dermatis so that later it will result in late or unpreparedness of treatment in patients with Granulomatous Dermatis cases. On the basis of these events, it is very necessary to build a system by acquiring scientific concepts of artificial intelligence that are capable of producing an Expert System which can later be used to diagnose Granulomatous Dermatis by applying the Certainty Factor analysis. With the application of this diagnosis later can help the community and medical experts in diagnosing Granulomatous Dermatis as a reference tool in concluding the final diagnosis. Keywords: Artificial Intelligence, Expert Systems, Certainty Factor, Application of Diagnosis, Granulomatous Dermatis 1. PENDAHULUAN Granulomatous Dermatis merupakan penyakit yang berjenis peradangan pada lapisan dalam kulit yang menyebabkan kerusakan pada saraf, lapisan kulit dan anggota motorik tubuh. Penyakit ini bermula pada serangan kuman aerob berjenis mycobacterium leprae yang dapat menyebar dan menularkan infeksi dengan penularan melalui kontak dan udara dan faktor genetika. Kuman yang mengindap di dalama tubuh memiliki jangka waktu inkubasi 2-5 tahun dan sumber utama penularan penyakit ini adalah antara sesama manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 1995 mengemukakan perkiraan bahwa Indonesia masuk ke dalam negara urutan ketiga terbesar atas kasus Granulomatous Dermatis dengan capaian kasus kurang lebih 3 juta jiwa cacat permanen. Dengan melihat betapa besar potensi kemungkinan masyarakat terkena penyakit Granulomatous Dermatis serta belum meratanya sebaran informasi dan pengetahuan masyarakat terkait Granulomatous Dermatis sehingga akan menyebabkan terhambatnya penanganan pada masyarakat yang terdiagnosa penyakit tersebut, maka untuk itu perlu membangun sebuah aplikasi diagnosa yang dapat dipergunakan dalam melakukan pendeteksian Granulomatous Dermatis serta sebagai dapat dijadikan sebagai layanan pengambilan kesimpulan diagnosa bagi para ahli medis sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Aplikasi diagnosa yang akan dibangun akan menggunakan salah satu konsep keilmuan kecerdasan buatan yaitu Sistem Pakar dengan penerapan metode Certainty Factor yang berfungsi untuk menghasilkan sebuah nilai kemungkinan atau probabilitas penyakit yang menyerang masyarakat dengan penelusuran gejala-gejala klinis yang dialami oleh masyarakat itu sendiri dengan terlebih dahulu menentukan nilai-nilai kepastian pada setiap gejala yang diperoleh dari pengetahuan ahli dibidang Granulomatous Dermatis. Penerapan Sistem Pakar sendiri telah banyak dipergunakan dalam aktifitas sehari-hari untuk menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dengan terlebih dahulu menanamkan pengetahuan para ahli ke dalam aplikasi atau sistem yang akan dipergunakan sebagai layanan kepakaran, hal ini terlihat dengan banyaknya penelitian yang berorientasi kepada konsep Sistem Pakar terutama dalam dunia medis diantaranya pada[1] digunakannya Sistem Pakar dalam mendiagnosa Rematik Polymiaglia, selain itu juga dalam [2] Sistem Pakar dipergunakan untuk menentukan jenis pengobatan terhadap penyakit pencernaan. Pada [3] Sistem Pakar diterapkan menjadi aplikasi untuk mendeteksi penyakit pada nanas, kemudian dalam [4] aplikasi