Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan Vol. 10, No. 3, Hlm. 121-126, Juni 2015 ISSN 1412-5064, e-ISSN 2356-1661 DOI: https://doi.org/10.23955/rkl.v10i3.3066 121 Sintesis Molibdenum Oksida Berpenyangga Silika sebagai Katalis pada Reaksi Oksidasi Etanol Menjadi Asetaldehida Synthesis of Molibdenum Oxide with Silica Supported Catalyst for Oxidation of Ethanol to Acetaldehyde Achyar Rasyidi 1 , Fikri Hasfita 2* 1 World Vision Indonesia, Jl. Wahid Hasyim, Gedung 33, Jakarta Pusat 2 Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Utara 24300, Indonesia *E-mail:itaku_hf@yahoo.com Abstrak Oksidasi etanol membentuk asetaldehida dengan menggunakan katalis molibdenum oksida berpenyangga silika oksida telah dilakukan. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi dengan rasio Mo : Si 1 : 1, 3 : 1, 6 : 1, 9 : 1. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa komponen katalis yang telah dibuat mengandung kristal MoO3 dan SiO2. Uji kinerja katalis dilakukan terhadap reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehida. Reaksi oksidasi dilangsungkan dalam reaktor pipa lurus berunggun tetap yang beroperasi pada suhu 200 o C, 225 o C, 250 o C, 275 o C, 300 o C, 325 o C, dan 350 o C pada tekanan atmosfir. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa konversi tertinggi diperoleh sebesar 91,99% pada temperatur 350 o C menggunakan katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Selektivitas tertinggi diperoleh sebesar 89,10% pada temperatur 200 o C dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Yield tertinggi diperoleh sebesar 74,80% pada temperatur 350 o C pada katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Kata kunci: asetaldehida, katalis MoO3/SiO2, oksidasi etanol Abstract Synthesize of molybdenum oxide with silica supported catalysts for oxidation of ethanol to acetaldehyde was done. The catalysts were prepared via impregnation method with Mo : Si ratio of 1 : 1, 3 : 1, 6 : 1 and 9 : 1. The synthesized catalysts were characterized with X-Ray Difractometer (XRD). MoO3 and SiO2 were found in the resulted catalysts. Catalytic oxidation of ethanol to acetaldehyde was conducted in order to observe the performance of prepared catalysts. The reaction was carried out in the fixed bed tubular reactor at temperature of 200, 225, 250, 275, 300, 325, and 350 o C in atmospheric pressure. The result showed that the highest conversion of 86.68% was achieved at temperature of 350 o C in the catalyst with Mo : Si ratio of 3 : 1. The highest selectivity of 89.10% was attained at temperature of 200 o C with Mo : Si ratio of 9 : 1. Furthermore, the highest yield of 74.80% was obtained at temperature of 350 o C using catalyst with Mo : Si ratio of 9 : 1. Keywords : acetaldehyde, catalyst MoO3/SiO2, oxidation of ethanol 1. Pendahuluan Asetaldehida (CH3CHO) merupakan kom- ponen penting dalam banyak proses kimia. Asetaldehida pertama kali dibuat oleh Schleele pada tahun 1774 melalui proses reaksi mangan dioksida dan asam sulfur pada etanol. Produksi asetaldehida dari etanol melalui proses reaksi dehidrogenasi oksidatif dan oksidasi parsial alkohol menjadi senyawa-senyawa karbonil adalah salah satu reaksi terpenting dalam kimia sintetis. Dalam golongan aldehida, asetaldehida adalah senyawa yang memiliki reaktivitas yang paling tinggi, umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku intermediat dalam pembuatan bahan organik sintetis (Antoniadou dkk., 2013). Bahan-bahan kimia yang merupakan hasil turunan asetaldehida antara lain: asam asetat, butil alkohol, butiraldehida, floral, piridin aseton, ester asetat, 1-butanol, selulosa asetat, resin finilasetan, 2-etil heksanol, asam kloroaseanat, dan pentaeritritol. Sebagian besar asetaldehida digunakan sebagai bahan baku pembuatan penta- eritritol dan asam asetat. Kebutuhan asetaldehida terus meningkat setiap tahun- nya. Karena asetaldehida merupakan kom- ponen penting dalam banyak proses kimia, maka perlu diusahakan untuk mencari proses dan katalis yang lebih ekonomis dan kompetitif. Usaha-usaha untuk mendapatkan