194 STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI LARUTAN Eko Safitri * , Endang Susilowati, dan Sulistyo Saputro Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia *Keperluan korespondensi, tel/fax: 089697778632, email: ekosafitri12@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2017/2018. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 3 yang diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 1 diberikan model pembelajaran TAPPS dan XI IPA 3 diberikan model pembelajaran DLPS. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji statistic non parametrik Kruskal Wallis. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan penggunaan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan Double Loop Problem Solving (DLPS) pada materi larutan penyangga terhadap prestasi belajar siswa, (2) perbedaan kemampuan matematik yang tinggi dan yang rendah terhadap prestasi belajar siswa, (3) interaksi antara model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan Double Loop Problem Solving (DLPS) dengan kemampuan matematik terhadap prestasi belajar siswa pada materi larutan penyangga. Dilihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan yang diperoleh yaitu: (1) prestasi belajar ranah kognitif menunjukkan rerata model pembelajaran TAPPS lebih baik daripada model pembelajaran DLPS, namun tidak ada perbedaan prestasi belajar ranah afektif dan psikomotorik terhadap model pembelajaran, (2) siswa dengan kemampuan matematika tinggi mempunyai prestasi belajar kognitif yang lebih baik daripada siswa dengan kemampuan matematik rendah namun tidak ada perbedaan terhadap prestasi belajar ranah afektif dan psikomotorik, (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran TAPPS dan DLPS dengan kemampuan matematik terhadap prestasi belajar ranah kognitif, namun tidak ada interaksi pada ranah afektif dan psikomotorik. Kata Kunci: Model TAPPS, Model DLPS, Kemampuan Matematik, Prestasi Belajar, Larutan Penyangga. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk yang cukup banyak serta sumber daya alam yang melimpah namun tergolong masih tertinggal dengan negara lain. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah masih rendahnya mutu pen- didikan yang ada di Indonesia. Padahal pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang menunjukkan kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa karena pendidikan dapat melatih, membimbing dan memandu manusia terhindar atau keluar dari pembodohan dan kebodohan. Oleh karena itu perlu adanya pening- katan mutu pendidikan. Salah satu langkah nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan adanya pengembangan kurikulum dari KBK menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu SMA yang masih menerapkan KTSP adalah SMA Negeri Kebakkramat. Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 8 No. 2 Tahun 2019 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret Hal. 194-201 ISSN 2337-9995 https://jurnal.uns.ac.id/jpkim Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 8 No. 2 Tahun 2019 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret Hal. 194-201 ISSN 2337-9995 https://jurnal.uns.ac.id/jpkim © 2019 Program Studi Pendidikan Kimia PENYANGGA KELAS XI IPA SMA NEGERI KEBAKKRAMAT