Copyright © 2018, Jurnal Geomine, Page: 45 E-ISSN 2541-2116 ISSN 2443-2083 Jurnal Geomine, Volume 7, Nomor 1: April 2019 PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGIDENTIFIKASI TINGKAT BAHAYA LONGSOR DI KEC. SABBANG, KAB. LUWU UTARA, PROV. SULAWESI SELATAN Alam Budiman Thamsi*, Habibie Anwar, Suryanto Bakri, Harwan, dan Muh. Idris Juradi Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia *alambudiman.thamsi@umi.ac.id SARI Bencana alam merupakan kejadian yang perlu dilakukan penelitian lebih mendalam sehingga dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas daerah rawan bencana longsor, tingkat daerah bencana longsor dan foktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor. Metode penelitian dilakukan menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdiri dari data curah hujan, penggunaan area lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, lithologi batuan, bentuk lahan dan struktur geologi. Data tersebut kemudian dilakukan pengharkatan (scoring) untuk memperoleh area tingkat bahaya longsor. Hasil penelitian diperoleh empat zona tingkat bahaya longsor yaitu zona bahaya longsor rendah dengan luas 3.656 Ha, zona bahaya longsor sedang dengan luas 22.628 Ha, zona bahaya longsor tinggi dengan lus 42.063 Ha dan zona bahaya longsor sangat tinggi 331 Ha. Hasil yang diperoleh mengidentifiksikan bahwa potensi untama bahaya longsor disebebkan oleh curah hujan yang tinggi yaitu 3826 mm/tahun. Area kemiringan lereng 40% sampai 100% yang luas juga merupakan factor yang menyebabkan potensi terjadinya longsor. Kata kunci: Sistem informasi geografis, Mitigasi bencana, Kecamatan Sabbang ABSTRACT Natural disasters are events that need to be carried out more in-depth research to minimize losses caused by disasters. This study aims to determine the extent of landslide-prone areas, the level of landslide disaster areas and foktor that can cause landslides. The research method is carried out using a geographic information system (GIS) application which consists of rainfall data, land use, slope, soil type, lithology of rock, landform and geological structure. The data is then scored to obtain an area of landslide hazard level. The results obtained four zones of landslide hazard level, namely a low landslide hazard zone with an area of 3.656 Ha, a moderate landslide hazard zone with an area of 22.628 Ha, a high landslide hazard zone with lus 42.063 Ha and a landslide hazard zone of 331 Ha. The results obtained identified that the potential of landslide hazard camels was caused by high rainfall of 3826 mm / year. The wide slope area of 40% to 100% is also a factor that causes potential landslides. Keywords: Geographic information system, Disaster mitigation, Sabbang District Published By: Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia Address: Jl. Urip Sumoharjo Km. 05 Makassar, Sulawesi Selatan Email: geomine@umi.ac.id Phone: +6285299961257 +6281241908133 Article History: Submite 7 Maret 2019 Received in from 11 Maret 2019 Accepted 27 April 2019 Available online 30 April 2019 Lisensec By: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.