1 The use of fish pond water for growing Chlorella sp. In Other Places By Esra Febryanti 1) , Budijono 2) , T.Dahril 3) fesra@yahoo.com ABSTRACT Fish pond water is rich in micro and macro nutrients originated from feces and fish feed remains and it may be used to grow the microalgae such as Chlorella sp. A study to understand the growth of Chlorella sp in the pond water media and the amount of nutrient used was conducted from January March 2016. The Chlorella sp. was grown indoor and outdoor. Parameters measured were Chlorella sp. biomass, nitrate and phosphate content. Samplings were conducted once/10 days. Results shown that Chlorella sp. grow well in the pond water. The biomass of indoor Chlorella sp. was higher than that of the outdoor (0.005 g/L and 0.003 g/L respectively). Nitrate and phosphate content was decreased during the experiment, the nitrate was reduced by 7.4 mg/L (indoor) and 9.4 mg/L (outdoor), while the phosphate was reduced by 0.09 mg/L (indoor) and 0.26 mg/L (outdoor). Based on data obtained that the waste can be used to grow microalgae Chlorella sp. Keywords: Fish pond water, Chlorella sp., indoor, outdoor 1) Student of the Fisheries and Marine Science Faculty, Riau University 2) Lecturer of the Fisheries and Marine Science Faculty, Riau University PENDAHULUAN Usaha budidaya ikan pada saat ini semakin banyak dilaksanakan baik secara intensif maupun ekstensif. Permasalahan dalam budidaya intensif adalah limbah cair budidaya yang merupakan air buangan media budidaya dapat pada penurunan kualitas perairan di lingkungan sekitar lokasi budidaya, karena akumulasi bahan organik dari sisa pakan dan feses. Limbah cair budidaya ikan yang berada di Desa Koto Masjid mengandung total N dan P berkisar 11.429,71 mg/L dan 62,14 mg/L (Pintami, 2015). Kandungan nutrien tersebut dapat digunakan untuk pertumbuhan mikroalga. Mikroalga merupakan organisme autotrof yang memanfaatkan unsur hara dari hasil pembusukan seperti amonia, nitrat dan fosfat untuk tumbuh dan berkembangbiak. Mikroalga dari jenis Chlorella sp. memiliki kemampuan hidup di perairan tercemar karena memiliki phytohormon dan polyamine untuk beradaptasi pada lingkungan tercemar (Niczyporuk, 2012). Selain kebutuhan akan nutrien, faktor lain untuk mengkultur mikroalga Chlorella sp. adalah cahaya. Penelitian mengenai kultur Chlorella sp. dapat dilakukan pada lingkungan yang berbeda yaitu di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor). Penelitian ini memanfaatkan sumber cahaya untuk mengkultur mikroalga Chlorella sp. berasal dari cahaya lampu pada indoor dan cahaya matahari pada outdoor.