Mandala of Health : A Scientific Journal Vol.12, No.2, September 2019, Hal. 151-158 ISSN : 0216-3098 E-ISSN : 2615-6954 DOI: 10.20884/1.mandala.2019.12.2.1601 PERBANDINGAN HASIL ANALISIS SPERMA DARI PROSES COITUS INTERRUPTUS DAN MASTURBASI PADA KASUS INFERTILITAS COMPARISON OF SPERM ANALYSIS FROM COITUS INTERRUPTUS AND MASTURBATION IN INFERTILITY CASE Edy Priyanto 1* , Norina Agatri 2,3 , Fitranto Arjadi 4 1 Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman Jalan Dr.Gumbreg No 1, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia 2 Laboratorium Penunjang Infertilitas Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Arif Purwokerto Jalan Jatiwinangun No 16, Purwokerto Lor, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia 3 Magister Ilmu Biomedis, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman Jalan Dr.Gumbreg No 1, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia 4 Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman Jalan Dr.Gumbreg No 1, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia ABSTRAK Pasangan infertil semakin banyak ditemukan di Indonesia, 40% penyebab infertilitas terkait dengan faktor suami. Analisis sperma merupakan metode untuk mengetahui penyebab infertilitas. Metode masturbasi lebih direkomendasikan dibandingkan coitus interruptus. Kekurangan pada metode masturbasi adalah adanya beban psikologis dan latar belakang agama. Tujuan penelitian adalah membandingkan hasil analisis sperma dari hasil coitus interruptus dan masturbasi pada kasus infertilitas. Jenis penelitian adalah observasional analitik. Sampel penelitian berjumlah 97 laki-laki infertil yang melakukan pemeriksaan di RSIA Bunda Arif pada bulan Januari 2017 – Juni 2018. Teknik sampling menggunakan total sampling. Analisis sperma menggunakan klasifikasi dari WHO tahun 2010. Analisis statistik yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna konsentrasi sperma (p=0,043) pada kelompok masturbasi 46,5 ± 7,2 dan kelompok coitus interruptus 18,7 ± 5,3. Hasil yang tidak bermakna pada motilitas (p=0,632) dan morfologi (p=0,722). Kesimpulan penelitian adalah analisis sperma dengan proses masturbasi lebih baik konsentrasinya dibandingkan dengan proses coitus interruptus pada kasus infertilitas. Kata kunci : analisis sperma, coitus interruptus, masturbasi