27 RAGAM HIAS PADA MAKAM TURIKALE DI MAROS SULAWESI SELATAN: KAJIAN ARKEOLOGI SENI The Decorative Arts in Turikale Tombs in Maros, South Sulawesi: A Study of Archaeology of Art Yadi Mulyadi 1 dan Muhammad Nur 2 1 Mahasiswa Program S3 Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yadi.mulyadi@ui.ac.id 2 Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Nur110970@gmail.com Naskah diterima : 13 Maret 2017 Naskah diperiksa : 17 Mei 2017 Naskah disetujui : 27 Juni 2017 Abstract. Turikale tomb is located in Turikale Maros Mosque Complex and dated from early 20th century. The research in this tomb complex is focused on the decorative art which is one of the attributes on the Islamic graves. It has cultural meaning and is considered as a work of art. The diversity of ornaments and other attributes in the tomb complex were studied from the perspective of archeology of art in order to identify the characteristics of the decorative arts. The descriptive method is strictly applied to obtain data of the shapes and types of the ornaments, including the calligraphy. The characteristics of decorative arts in this tomb complex indicate a representative art through the appearance of fower vines and uplooking petals. In Bugis Makassar philosophy, it symbolizes an open and progressive view of life. The calligraphy found in several tombs is written only in Tsuluth script. Keywords: Attributes, Calligraphy, Tombs, Decorative arts Abstrak. Makam Turikale yang terletak di Komplek Mesjid Turikale Maros berasal dari awal abad ke-20. Penelitian di komplek makam ini difokuskan pada ragam hias yang merupakan salah satu atribut pada makam Islam yang memiliki makna budaya dan dipandang sebagai karya seni. Ragam hias dan atribut lainnya di komplek makam dikaji dalam perspektif arkeologi seni, untuk mengetahui karakteristik seni ragam hias di makam.Metode pendeskripsian diterapkan secara ketat guna memeroleh data terkait bentuk dan jenis ragam hias, termasuk kaligraf pada makam Turikale. Karakteristik ragam hias di komplek makam ini mencirikan paham representative art dengan menampilkan sulur-suluran dan bunga dengan kelopak bunga yang menengadah.Dalam falsafah Bugis Makassar, hal itu menyimbolkan pandangan hidup yang terbuka dan progresif. Adapun kaligraf yang terdapat pada beberapa makam, dapat digolongkan ke dalam khatTsulus, tidak ditemukan jenis khat kaligraf lainnya. Kata kunci: Atribut, Kaligraf, Makam, Ragam hias 1. Pendahuluan Salah satu siklus hidup manusia adalah mati yang kemudian melatarbelakangi adanya ritual-ritual kematian dengan beragam bentuk pemaknaan. Demikian pula dalam tradisi Islam, ritual kematian menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Islam yang melahirkan budaya material berupa makam. Tinggalan makam Islam di Indonesia tersebar hampir di seluruh wilayah dengan keunikannya masing-masing. Salah satu keunikan pada makam Islam yaitu adanya bentuk nisan makam Aceh yang juga dikenal dengan istilah Batu Aceh yang oleh Othman bin Mohd. Yatim diklasifkasi, ke