ISSN : 2338-7173 Jurnal Program Studi Pendidikan Biologi Februari 2017, Vol. 7, No. 1 PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DASAR DALAM PERSEFEKTIF ISLAM Aang Mahyani Kata seksdalamKamus Besar Bahasa Indonesia sering diartikan dengan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam bahasaInggris, seks berarti jenis kelamin, perkelaminan. Dalam bahasa Arab, seks diartikan jins ( ﺟﻨﺲ) yang berarti jenis kelamin atau setiap yang berkaitan dengan bentuk tubuh.Seks adalah Syahwat berasal dari kata mengandung arti menyukai atau menyenangi. Jika dihubungkan dengan manusia, maka syahwat artinya kerinduan nafs (jiwa) terhadap apa yang dikehendaki. Dalam al-Quran, kalimat syahwat dalam berbagai bentuknya sebanyak 13 kali, 5 kali diantaranya dalam bentuk masdar, yakni 2 kali mufrad dan tiga kali jama. Al-Qur’an menggunakan termsyahwat untuk beberapa arti. Pertama, dalam kaitannya dengan fikiran-fikiran tertentu, yakni mengikuti pikiran orang lain karena mengikuti hawa nafsu {Q.S. an-Nisâ [4]:27}, Kedua, dihubungkan dengan keinginan manusia terhadap kelezatan dan kesenangan {Q.S. ali-Imran [3]:14 dan Maryam [7] :59}. Ketiga, berhubungan dengan perilaku seks menyimpang. Pendidikan seks adalah pendidikan akhlak. Pendidikan seks bagi anakbahwa pendidikan seks tidak terbatas pada usia baligh. Islam menetapkan untuk melatih anak agar dapat beradaptasi secara baik dengan sikap-sikap seksual sejak usia tamyiz yang tidak ditentukan syariat secara detail karena perbedaan-perbedaan individual diantara anak-anak dalam pertumbuhan intelektualitasnya. Namun orang tua dan semua pendidik, melalui interaksi dengannya, mengetahui bahwa seorang anak sudah mulai memikirkan hal itu (masalah seksual) atau belum memikirkannya pada usia tamyiz. Pendidikan Seks dalam rumah tanggabahwa rumah tangga yang baik, jika sejak awal pernikahan dibangun dengan dasar-dasar dan pertimbangan yang benar sesuai dengan ajaran agama Islam. Tujuan pendidikan seks menurut adalah agar manusia dapat mengatur kehidupan seksualnya sejak lahir hingga dewasa, dalam pergaulan baik sejenis maupun lawan jenis, perkawinan, etika pakaian, pergaulan, ibadah dan kebersihan yang berdasarkan iman yang diatur dalam Islam Kata Kunci: Islam, Pendidikan, Pendidikan Seks PENDAHULUAN Pada dasarnya pendidikan seks yang terbaik adalah yang diberikan oleh kedua orang tua sendiri. Diwujudkan melalui cara hidup orang tua dalam keluarga sebagai suami-istri yang bersatu dalam perkawinan. Pendidikan seks ini sebaiknya diberikan dalam suasana akrab dan terbuka dari hati ke hati antara orang tua dan anak. Kesulitan yang timbul kemudian adalah apabila pengetahuan orang tua kurang memadai (secara teoritis dan objektif) menyebabkan sikap kurang terbuka dan cenderung tidak memberikan pemahaman tentang masalah-masalah seks anak. Akibatnya anak mendapatkan informasi seks yang tidak sehat. Dalam perspektif Islam manusia dipandang memiliki hawa nafsu yang bersumber dari fitrahnya yang dibawa sejak lahir, dalam ilmu pendidikan manusia menjadi objek pembahasan yang paling utama, karena dalam pandangan pedidikan manusia bukan hanya objek tetapi sekaligus menjadi subjek dari pendidikan. Ada beberapa definisi yang disusun oleh para ahli pendidikan dari berbagai disiflin ilmu tentang hakikat