Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia 20(2) Desember 2016 Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia www.journal.uii.ac.id/index.php/jaai http://dx.doi.org/10.20885/jaai.vol20.iss2.art2 P 1410-2420, E 2528-6528 Apakah pengungkapan sosial memediasi hubungan antara variabel kontekstual dan kinerja keuangan? Bukti empiris pada bank syariah Ratna Yudhiyati, Mahfud Sholihin * Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia * Corresponding author. E-mail: email: mahfud@ugm.ac.id ARTIKEL INFO Article history: Available online 1 December 2016 Keywords: Sharia Bank, ethical identity, social disclosure, performance Finance. ABSTRACT This study aims to examine any contextual variables that affect the level of social disclosure of sharia banks. This study also analyzes whether the level of social disclosure mediates the relationship between contextual factors and the financial performance of sharia banks. The sample of this study is 34 sharia banks from various countries during 2010-2012, so this research using panel data model. This research found that significant contextual variables affecting social disclosure are the political rights and personal freedom of a country, Muslim population, the quality of Islamic governance, economic conditions of the country, and the size of Islamic banks. This study found no significant relationship between the level of disclosure of sharia banks and performance. Thus, this study found that the level of disclosure of sharia banks does not mediate the relationship between contextual variables and performance. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menguji variabel kontekstual apa saja yang mempengaruhi tingkat pengungkapan sosial bank syariah. Setelah itu, penelitian ini juga menganalisis apakah tingkat pengungkapan sosial memediasi hubungan antara faktor kontekstual dengan kinerja keuangan bank syariah. Sampel penelitian ini adalah 34 bank syariah dari berbagai negara selama 2010-2012, sehingga penelitian ini menggunakan model data panel.Penelitian ini menemukan bahwa variabel kontekstual yang signifikan mempengaruhi pengungkapan sosial adalah hak berpolitik dan kebebasan pribadi suatu negara, populasi muslim, kualitas Islamic governance, kondisi ekonomi negara, dan ukuran bank syariah. Penelitian ini tidak menemukan hubungan signifikan antara tingkat pengungkapan bank syariah dengan kinerja. Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengungkapan bank syariah tidak memediasi hubungan antara variabel kontekstual dengan kinerja. Pendahuluan Bank syariah adalah sebuah lembaga keuangan yang beroperasi dengan tujuan untuk menerapkan prinsip ekonomi dan keuangan Islam di sektor perbankan (Hassan 1999). Operasional yang berdasarkan syariah Islam ini menuntut bank syariah untuk mengejar tujuan sosial yang merupakan salah satu nilai utama dalam Islam (Gambling dan Karim 1986). Karakter ini membuat bank syariah disebut-sebut sebagai perwakilan dari jenis baru korporasi yang memandang bahwa pencapaian tujuan sosial sama pentingnya (atau bahkan dapat lebih penting) daripada tujuan memperoleh keuntungan (Haniffa dan Hudaib 2007). Akibatnya, bank syariah memiliki tanggung jawab sosial untuk menyampaikan sejauh apa mereka telah memenuhi identitas etik mereka. Farook (2008) menilai bahwa tanggung jawab ini muncul karena dua posisi perbankan syariah, yakni sebagai sebuah lembaga yang harus memenuhi tanggung jawab religius sesuai identitasnya sekaligus menjalankan fungsi mereka sebagai sebuah lembaga keuangan. Posisi unik bank syariah ini juga ditekankan dalam prinsip akuntabilitas menurut Islam. Islam memandang bahwa ada dua jenis akuntabilitas, yakni akuntabilitas kepada sesama manusia dan akuntabilitas kepada Allah (Triyuwono 2012). Lembaga maupun individu memiliki tanggung jawab untuk mengungkapkan informasi sejelas-jelasnya untuk membuktikan bahwa mereka telah memenuhi tanggung jawab mereka, baik tanggung jawab kepada sesama manusia maupun tanggung jawab kepada Allah. Pengungkapan sosial yang memadai adalah salah satu cara bagi bank syariah untuk memenuhi tanggung jawab ini.