TINJAUAN PUSTAKA 106 | Jurnal Penyakit Dalam Indonesia | Vol. 3, No. 2 | Juni 2016 HIV pada Geriatri HIV in Geriatrics Nur Ainun 1 , Evy Yunihastuti 2 , Arya Govinda Roosheroe 3 1 Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2 Divisi Alergi dan Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta 3 Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Korespondensi: Evy Yunihastuti. Divisi Alergi dan Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo. Jln. Pangeran Diponegoro 71, Jakarta 10430, Indonesia. email: evy.yunihastuti@gmail.com ABSTRAK Jumlah pasien HIV yang berusia lanjut semakin bertambah dikarenakan angka kesintasan pasien yang meningkat dan infeksi HIV pada pasien usia lanjut. Populasi pasien tersebut membutuhkan penatalaksaan tersendiri dikarenakan terdapat sejumlah komorbid baik yang berhubungan dengan HIV maupun tidak, polifarmasi, penurunan kapasitas fungsional dan isu sosial. Kata kunci: geriatri, HIV, komorbid, kronik, penuaan ABSTRACT Through both prolonged survival and late acquisition of the disease, numbers of older adults with HIV are climbing. Along with ageing process is an accumulation of HIV-associated non-AIDS related comorbidities, creating a complex patient group affected by multi-morbidity along with polypharmacy, functional decline and social issues. Keywords: ageing, chronic, comorbidity, geriatrics, HIV PENDAHULUAN Jumlah pasien HIV berusia tua meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini selain disebabkan oleh angka kejadian yang meningkat, juga disebabkan oleh terapi antretroviral yang efektf sehingga angka harapan hidup bertambah. Sejak highly actve ant-retroviral therapy (HAART) diperkenalkan pada tahun 1996 dan dimulai terapi ant retroviral kombinasi, pasien HIV yang terdiagnosis awal dan mendapat terapi antretroviral dapat hidup sepert orang normal pada umumnya. 1 Pada penelitan yang dilakukan oleh Greene, dkk. 2 ditemukan rentang waktu terpanjang dari pasien terdiagnosis HIV hingga saat penelitan dilakukan mencapai 21 tahun. 2 Terapi antretroviral menurunkan efek HIV dan peradangan kronik, namun tdak halnya dengan fungsi imunologis normal. Angka kesintasan pada pasien HIVusia lanjut yang mendapat terapi antretroviral 30% lebih rendah dibanding populasi muda. Selain itu, kematan lebih cepat terjadi dalam empat tahun pertama semenjak terapi antretroviral dimulai. 3 Belum diketahui past penyebabnya, namun diperkirakan perhatan yang kurang terhadap kepatuhan berobat, interaksi obat dan toksisitas, serta komorbid multpel memiliki pengaruh. Dengan demikian, dibutuhkan pendekatan tersendiri dalam menangani pasien HIVusia lanjut. EPIDEMIOLOGI Pada tahun 2013, pasien HIV yang berusia diatas 50 tahun mencapai 21% dari seluruh populasi HIV di Amerika. Sebanyak 44% dari pasien HIV usia tua tersebut berumur 50-54 tahun. Diperkirakan pada tahun 2015, setengah dari populasi HIV di Amerika akan berusia diatas 50 tahun. 4 Pada negara-negara berpendapatan menengah ke bawah, jumlah pasien HIV/AIDS yang berusia 50 tahun ke atas semakin meningkat, yaitu mencapai 12 % dari seluruh populasi orang dewasa yang hidup dengan HIV/ AIDS di tahun 2013. Sedangkan pada negara-negara berpendapatan tnggi, jumlah pasien HIV/AIDS pada usia