@ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 6 (1) : 106 - 112 (2020) 106 Bieth & Arobaya EKSPLORASI DAN INDENTIFIKASI JENIS-JENIS ANGGREK DI KAWASAN HUTAN PULAU MANSINAM KABUPATEN MANOKWARI (Exploration and Identification of Orchid Species Around Mansinam Island Forest of Manokwari) NIKSON REZALL BIETH 1 , AGUSTINA Y.S. AROBAYA 1 Program Studi Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari, Papua Barat, 98314. Tlp/Fax: +62986211065. Penulis Korespondensi: Email: agustinaarobaya@yahoo.com Diterima: 04 Apr 2020| Disetujui:16 Mei 2020 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan anggrek epifit dengan menggunakan metode survey dengan pembuatan jalur per plot pengamatan jenis anggrek. Parameter yang dilihat meliputi karakter morfologi anggrek epifit (perawakan, akar, batang, daun, buah dan bunga) dan habitat tempat tumbuh. Dari hasil penelitian teridentifikasi 6 jenis anggrek epifit yang terdiri dari yaitu: Dendrobium bifalce Lindl, Dendrobium mirbelianum Gaudich, Dendrobium schulleri J.J.Sm, Grammatophylum scriptum (Lindl.) Blume, Grammatophylum speciosum Blume, dan Pomatocalpa sp aff. Marsupial. Jenis – jenis pohon inang yang di tumbuhi jenis anggrek epifit ini antara lain Mangifera indica, Alstonia scholaris, Baringtonia asicatica, Pometia sp, dan Terminalia catappa yang pertumbuhannya didominasi pada batang dan cabang pohon inang. Kata kunci: anggrek, epifit, perawakan, tanaman inang, hutan dataran rendah Abstract. This study was focusing on identifying types of epiphytic orchid species through field survey by establishing plots and tracks for observation. The main parameter in the study was morphological characteristic of epiphytic orchid that covers shape, root, stem, leaf, fruit, and flower as well as its growing habitat. From the result standpoint, 6 epiphytic orchid species were identified that consisted of Dendrobium bifalce Lindl, Dendrobium mirbelianum Gaudich, Dendrobium schulleri J.J.Sm, Grammatophylum scriptum (Lindl.) Blume, Grammatophylum speciosum Blume, and Pomatocalpa sp aff Marsupial. In addition to their hosted plant, the result found several species of plant such as Mangifera indica, Alstonia scholaris, Baringtonia asicatica, Pometia sp, and Terminalia catappa which their growth was mostly sticking to the main stem and branch. Keywords: orchid, epiphyte, shape, hosted plant, lowland forest PENDAHULUAN Hutan sudah diketahui sebagai salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan banyak memiliki manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Fungsi hutan antara lain sebagai pelindung ekosistem, pengasil devisa, peningkatan kesejatraan rakyat (Arif 1994). Hutan Papua mengandung sumber daya alam yang sangat melimpah dengan keanekaragaman hayati flora dan fauna yang belum terungkap secara optimal, salah satu sumber daya hayati Papua adalah kekayaan jenis flora yang cukup potensial dan tersebar mulai dari daerah pesisir pantai hingga dataran tinggi dan Pegunungan (Petocz 1987; Bratawinata 2001; Lekitoo et al. 2017). Keragaman jenis flora ini bervairasi dari jenis, ukuran, bentuk, dan warna yang beradaptasi dengan tempat tumbuhnya. Sumber