Prosiding KONFERENSI ILMIAH MAHASISWA UNISSULA (KIMU) 2 Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 18 Oktober 2019 ISSN. 2720-9180 KLASTER ENGINEERING 234 Analisis Perhitungan Rugi-Rugi Daya pada Saluran Transmisi Tegangan Tinggi 150 kV Gardu Induk Tambak Lorok Bawen dengan menggunakan Etap 12.6.0 Rifal 1) , Sukarno Budi Utomo 2) , Muhamad Haddin 3) Teknik Elektro FTI Unissula Jl. Raya Kaligawe Km. 4 Semarang Email : rifal.unissula@std.unissula.ac.id Abstrack - Perkembangan kebutuhan tenaga listrik di Indonesia terus meningkat sesuai dengan laju pertumbuan ekonomi dan industri serta pertambahan penduduk. PLTG Tambak Lorok merupakan pembangkit listrik terletak di Kota besar yaitu Semarang, sehingga pembangkit ini membutukan pasokan energi listrik yang cukup besar untuk menyuplai pusat pusat beban, sistem kelistrikan antar pusat pembangkit dan pusat beban pada umumnya terpisah dalam ratusan bahkan ribuan kilometer. Pada transmisi tegangan tinggi terdapat rugi rugi tegangan dan rugi rugi daya, sehingga mengakibatkan tegangan mengalami penurunan atau biasa yang disebut jatuh tegangan. Gardu Induk Bawen 150 kV adalah pusat beban terjauh dari pusat pembangkit PLTG Tambak Lorok. Sehingga perlu untuk diketahui berapa besarnya rugi daya dan berapa biaya kerugian setelah di uangkan. ETAP (Electric Transient Analysis Program) merupakan suatu perangkat lunak yang mendukung sistem tenaga listrik. Dengan kemampuan tersebut bisa diketahui berapa besarnya rugi daya serta jumlah kerugian ekonomis. Kemudian melakukan perbandingan antara perhitungan manual dan perhitungan menggunakan ETAP. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kondisi aliran daya SUTT Tambak Lorok Bawen, dengan jatuh tegangan 4,27 % setara 6,41 kV, rugi daya dalam sebulan 207.525 kWh dengan niai rupiah sebesar Rp. 237.620.276, sehingga berdasarkan hasil tersebut SUTT Tambak Lorok Bawen masih berada pada batasan toleransi yang ditetapkan SPLN No.1:1978 dengan batas toleransi tegangan +5% dan -10%. Kata kunci: Sistem transmisi, Kota Semarang, Jatuh Tegangan, Rugi Daya Abstrack - The development of electricity demand in Indonesia continues to increase in accordance with the rate of economic and industrial growth and population growth. PLTG Tambak Lorok is a power plant located in a large city that is Semarang, so this power plant requires a large enough supply of electrical energy to supply the load centers, electrical systems between power stations and load centers generally separated in hundreds or even thousands of kilometers. In high voltage transmissions there are voltage losses and power losses, so that the voltage drops or is commonly called a voltage drop. The 150 kV Bawen substation is the farthest load center from the Tambak Lorok power plant. So it is necessary to know how much power loss and how much the cost of losses after being cashed. With this capability, it can be seen how much power loss and the amount of economic loss. Then make a comparison between manual calculations and calculations using ETAP. The results obtained from this study indicate the condition of the SUTT Tambak Lorok-Bawen power flow, with a voltage drop of 4.27% equivalent to 6.41 kV, a power loss in a month of 207,525 kWh with a rupiah value of Rp. 237,620,276, so based on these results SUTT Tambak Lorok - Bawen is still within the tolerance limits set by SPLN No.1: 1978 with voltage tolerance limits of + 5% and -10%. Key words: Transmission system, Semarang City, Voltage Drop, Power Loss I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban umumnya terpisah dalam jarak yang cukup jauh yaitu ratusan bahkan ribuan kilometer. SUTET 500 kV dan SUTT 150 kV adalah perantara dalam penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban, agar energi listrik yang dikirim dari sisi kirim ke sisi terima tetap bisa maksimal. Namun dalam penyaluran energi listrik, terjadi hilangnya tegangan dan daya listrik yang diterima oleh pusat beban, yang biasa dikenal dengan istilah jatuh tegangan dan rugi-rugi daya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu panjang, jenis dan luas penampang saluran yang digunakan.