Vol . XI Nomor 31 Maret 2016 - Jurnal Teknologi Informasi ISSN : 1907-2430 1 CLUSTERING ASPEK KOGNITIF MAHASISWA TERHADAP PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI Danny Kriestanto 1) , Dini Fakta Sari 2) Jurusan Teknik Informatika, STMIK AKAKOM Jl. Raya Janti 143 Karang Jambe, Yogyakarta e-mail: 1) danny@akakom.ac.id, 2) dini@akakom.ac.id ABSTRAK Kemampuan memahami sebuah aplikasi merupakan hal yang wajib dimiliki, khususnya bagi mahasiswa strata satu. Penggunaan teknologi informasi dan aspek kognitif mahasiswa dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan seseorang dalam menyerap informasi baru dari lingkungannya sehingga mencapai tingkat kreativitas yang tinggi. Penelitian ini akan menggali kemampuan mahasiswa strata satu, dalam kasus ini adalah mahasiswa jenjang strata satu pada salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, untuk mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa tersebut di dalam enam tahapan aspek kognitif yang dicetuskan oleh Bloom. Walaupun tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kluster dengan menggunakan metode K-Means, namun akan juga digunakan metode pohon keputusan sebagai bahan perbandingan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat gap yang cukup besar di para mahasiswa dalam hal aspek kognitif. Kata Kunci : Aspek kognitif, data mining, K-Means, Bloom, teknologi informasi, pohon keputusan A. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan kebutuhan perusahaan akan skill seorang tenaga kerja semakin lama semakin tinggi. Seorang mahasiswa semakin dituntut untuk menguasai Teknologi Informasi untuk setidaknya dapat bertahan di era yang semakin global dengan adanya Internet. Kemampuan kognitif untuk menyerap teknologi dan tools berbasis desktop maupun berbasis Internet sangatlah dibutuhkan untuk dapat mengikuti perkembangan dunia TI yang bergerak dengan sangat cepat. Para mahasiswa, terutama dari jurusan Informatika, diwajibkan untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut dengan cepat untuk dapat bekerja dengan baik lebih di dunia kerja yang semakin kompetitif. PT. X merupakan sebuah institusi pendidikan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi, sehingga mahasiswa di perguruan tinggi tersebut seharusnya memiliki kemampuan kognitif yang tinggi. Namun, kondisi mahasiswa di PT. X saat ini sangatlah beragam, baik dari sisi daerah asal mahasiswa maupun kemampuan intelektual yang dimiliki. Jika ditinjau dari sisi kemampuan akademik, di dalam sebuah kelas dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar dan berkisar antara 50 hingga 60 orang, terlihat perbedaan yang sangat signifikan. Jumlah mahasiswa yang berprestasi dari kelas tersebut hanyalah beberapa orang jika dibandingkan kelas yang lebih kecil. Di sisi yang lain, ada kesenjangan yang terlihat antara kenyataan dengan hasil analisis penelitian sebelumnya (Kriestanto, 2013) dimana mahasiswa secara sekilas terlihat berkumpul pada tingkat ketiga (Applying) dari Revisi Taksonomi Bloom. Penelitian ini