Profl Obat Diare yang Disimpan... (Mariana Raini dan Ani Isnawati) 227 Profl Obat Diare yang Disimpan di Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2013 Profle of Diare Medication Stored in Households in Indonesia Year 2013 Mariana Raini* dan Ani Isnawati Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes, Kemenkes RI, Jl. Percetakan Negara No. 29 Jakarta 10560, Indonesia *Korespondensi Penulis: mariana raini@yahoo.com Submitted: 09-06-2015, Revised: 07-03-2016, Accepted: 15-12-2016 Abstrak Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), diare mengakibatkan 2 juta kematian setiap tahun dengan 1,9 juta di antaranya adalah balita. Laporan Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 menyatakan prevalensi diare di Indonesia adalah 7%, pada balita 12,2%. Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan profl obat diare yang disimpan di rumah tangga. Disain penelitian adalah cross sectional. Metode yang digunakan adalah menganalisis data dari hasil wawancara dan observasi rumah tangga yang menyimpan obat pada pelaksanaan Riskesdas 2013. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat diare yang disimpan di rumah tangga terbanyak adalah adsorbans (39,4%), diikuti antimikroba (20,2%), dan obat tradisional (19,2%). Sebaran rumah tangga yang menyimpan obat diare terbanyak adalah di desa (70%) dan rata-rata rumah tangga menyimpan 1 jenis obat diare (81,4%). Proporsi obat yang disimpan rumah tangga sebanding antara yang diperoleh dari apotek (34,2%) dan dari toko obat/warung (33,7%) dan terbanyak dibeli tanpa menggunakan resep (75,9%). Status obat yang disimpan di rumah tangga adalah sisa pengobatan sebelumnya (47,8%) dan untuk persediaan jika sakit (43,6%). Lama pengobatan obat diare, rata-rata 1-3 hari (44,4%) dan rumah tangga yang menyimpan obat diare dan digunakan kalau perlu saja sebanyak 41%. Sebanyak 94,1% obat diare yang disimpan dalam kondisi baik. Berdasarkan provinsi, proporsi obat diare yang disimpan di rumah tangga tertinggi pada Provinsi Jawa Timur (19,9%), diikuti Jawa Barat (17,4%) dan Jawa Tengah (10,5%). Kata Kunci: diare, rasional, obat diare, antimikroba. Abstract Diarrhea is a major health problem in developing countries. Data form WHO and Unicef show that diarrhea caused 2 million deaths each year and part of it 1,9 million are children under fve years. Riskesdas 2013 stated the prevalence of diarrhea in Indonesia is 7%, whereas 12.2% is the prevalence in children under fve. This analysis aims to get a profle of diarrhea medication that was stored in households in Indonesia. This study used Riskesdas 2013 data with the design was cross sectional. This study analyzed households data from interview and observation in Riskesdas 2013.The analysis showed that the highest percentage of diarrhea drugs stored at household is adsorbans (39.4%), followed by anti- microbial (20.2%) and traditional medicine (19.2%). The households distribution of diarrhea drugs are mostly found in villages (70%) and in average the household stored one type of diarrhea is 81.4%. The proportions of drug that stored in households is comparable between bought from pharmacy (34.2%) and drug stores/stalls (33.7%), and most of it purchased without a prescription (75.9%). Drug status that is stored in the household comes from the previous treatment (47.8%) and for emergency stock is 43.6%. Average duration of treatment for diarrhea is 1-3 days (44.4%) and percentage of household using stored diarrhea medication if needed is 41%. Most drugs are kept in good condition (94.1%). Based on province, the highest proportion of diarrhea medications stored in households is in East Java (19.9%), followed by West Java (17.4%), and Central Java (10.5%). Keywords: diarrhea, rational, diarrhea medicine, anti-microbial