Aplikasi Metode Joint ... 145 APLIKASI METODE JOIN INVERSI SEISMIC GRAVITY UNTUK IMAGING BAWAH PERMUKAAN DAERAH GEOLOGI KOMPLEKS Triswan Mardani Ade Surya 1) , Widya Utama 1) , Firman Syaifuddin 1) , Lita Novitasari 2) 1) Jurusan Teknik Geofisika, FTSP Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2) Jaya Enegry Buana e-mail: Triswan5@gmail.com Abstrak. Kondisi geologi kompleks dekat permukaan terjadi ketika body batuan dengan kecepata tinggi terbawa dekat ke permukaan. Batuan tersebut dapat berupa batuan beku ataupun karbonat. Keberadaan batuan tersebut dapat menyebabkan meningkatnya kontras kecepatan dekat permukaan. Tingginya kontras kecepatan menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan dengan metode konvensional seperti travel time tomography. Join inversi dari dua data geofisika merupakan salah satu teknik untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan. Pada studi ini metode yang digunakan adalah metode join inversi seismik dan gravity. Pada studi ini data yang digunakan adalah data seismik sintetik yang merupakan hasil dari forward modelling model kecepatan. Nilai kecepatan pada model memiliki rentang 1000 m/s hingga 5800 m/s. Metode yang digunakan untuk forward modelling data seismik dan gravity adalah metode finite difference sedangkan metode talwani. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa model kecepatan hasil join inversi tomografi travel time dan gravity lebih baik dibandingkan dengan metode travel time tomografi sendiri. Perbedaan yang signifikan ditunjukkan oleh bentuk dari bentuk body kecepatan tinggi dan munculnya lapisan dengan kecepatan rendah. Selain itu metode join inversi juga menunjukkan peningkatan gambaran struktur geologi, dan nilai kecepatan. Kata Kunci: tomografi seismik waktu tempuh; join inversi seismik-gravity; pemodelan bawah permukaan Abstract. Near surface geology complex condition is occur when high velocity bodies brought close to the surface. This body could be high velocity carbonates or igneous rocks. The presence of the bodies could cause high contras velocity change at near surface. This problem is difficult to solve using conventional velocity reconstruction technique such as travel time tomography. Join inversion of two geophysical data is one of many subsurface imaging technique. In this study we using joint seismic travel time tomography and gravity data to get near surface velocity model. This study we using synthetic seismic and gravity data, which result by forward modelling based on velocity model. Velocity value of the model range from 1000 m/s to 5800 m/s. Then Forward modelling seismic and gravity data is done by data using finite difference method and Talwani method. To get subsurface model we using joint seismic gravity and first arrifal refraction travel time tomography. The result of this study show joint seismic travel time and gravity is better than travel time tomography. The difference is show on the shape high velocity body, and the appearance of low velocity layer which isn’t show on travel time tomography velocity model. Joint inversion is show improve velocity biases and image of geological structure. Keywords: seismic travel time tomography; joint inversion seismic-gravity; subsurface imaging PENDAHULUAN Geologi Kompleks adalah suatu kondisi dimana teknik imaging bawah permukaan konvensional tidak mampu bekerja secara maximum. Kondisi geologi kompleks terjadi ketika terjadi apabila perubahan kecepatan secara ekstrem baik secara horizontal maupun vertikal. Perubahan kecepatan yang ekstrem dapat diakibatkan oleh adanya body batuan yang memiliki kecepatan tinggi terbawa dekat permukaan contohnya adalah batuan beku dan karbonat. Selain itu perubahan kecepatan dapat diakibatkan lapisan low velocity anomaly yang berupa sedimen batubara. Keberadaan anomaly tersebut hanya bersifat lokal. Umumnya first arrival travel time tomografi mampu memberikan gambaran dekat permukaan secara akurat. Akan tetapi pada kasus geologi kompleks, metode tersebut tidak mampu memberikan gambaran bawah permukaan secara akurat. Sehingga diperlukan data pendukung yang sensitif