Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) Volume: 1 No: 1 June 2020 E-ISSN: XXXX-XXXX © 2020, JEMHRD Page 63 ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK ICE CREAM DENGAN METODE SIX SIGMA Candra Setia Bakti #1 , Hayu Kartika *2 # Industrial Engineering & STT YUPPENTEK Tangerang Jl. Veteran No. 1 Kota Tangerang # Industrial Engineering & Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650, Indonesia 1 candrasetiabakti@gmail.com 2 hayu_kartika@mercubuana.ac.id Abstract Quality control activities at the company are purpose to ensure the production process that occurs on the company has been guiding limits and finding factors of product damage. It’s expected to minimize product damage that could inflict a financial loss on the company. The food and beverage company that is the place where the authors conduct research is a company that produces ice cream. Currently,an obstacle faced by the company is the large number of a product defect that involves weight loss (gr/m2) not to meet the expected specifications. This matter is dominant in sweet corn ice cream products, which causes many products to be held. The filling process has made weight (gr/m2) that not carry out the specification. The results obtained from the analysis with the method of Six Sigma (DMAIC) the filling process is obtained value of process capability (Cp), process capability index (Cpk), and sigma value respectively of 0.59, 0.32 and 2.43. The results are still below the ideal target, so the company must make process improvements. These improvements are carried out by ensuring the standard temperature and air pressure on the freezing machine and making the procedures more clear as the reference operator. Keyword Quality Control, Six Sigma, Proccess Capability I. PENDAHULUAN Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri manufacturing pangan yang memproduksi makanan jenis Ice Cream, perusahaan memiliki visi dan misi yaitu menjadi merek ice cream yang popular dengan fokus menyediakan ice cream yang paling berkualitas tinggi dan harga yang kompetitif. Perusahaan pun sedang dalam proses mendapatkan serifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 dengan mulai mengimplementasikannya. Sehingga kualitas menjadi sangat berperan penting dalam kelangsungan produk yang dihasilkan perusahaan. Bahkan kualitas produk menjadikan tolak ukur untuk menilai kematangan industri manufaktur dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Konsumen akan menilai suatu perusahaan yang baik apabila telah mencakup tiga aspek dalam proses produksi, yaitu mencakup zero defect (tidak ada cacat), zero breakdown (tidak ada proses gagal), dan zero accident (tidak ada kecelakaan). Namun, ketiga aspek tersebut sangat sulit untuk dicapai jika pengendalian proses produksi tidak diterapkan dengan baik[1]. Dengan konsistensi yang tinggi terhadap hal tersebut akan meningkatkatkan tingkat kepercayaan konsumen. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah setiap produksi selalu ada standar produk akhir yang tidak mencapai spesifikasi perusahaan, sehingga jumlah hold produk setiap harinya selalu ada. Dari data historis jumlah defect keseluruhan dari produk ice cream yang diproduksi oleh perusahaan pada bulan April 2019 memperlihatkan total defect produk pada produksi bulan April. Produk ice cream tersebut diantaranya coklat stik, jagung manis, cone talas, chocolate crispy, dan strawberry crispy dengan persentase defect keseluruhan berturut-turut adalah 2,62% ; 4,05% ; 0,92% ; 1,05% ; dan 0,85%. Adanya kendala tersebut menyebabkan produk ice cream banyak di hold pada gudang full good untuk tidak di distribusikan. Dengan permasalahan yang terjadi diperusahaan maka diperlukan suatu pendekatan perbaikan terutama untuk jumlah defect terbanyak pada ice cream Jagung Manis dengan persentase defect tertinggi yaitu 4,05%. Dengan dilakukannya pengendalian kualitas yang baik maka dapat dihasilkan produk-produk yang kualitasnya secara konstan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Pengendalian kualitas yang baik juga akan meminimasi terjadinya produk cacat[2]. Pengendalian kualitas juga dapat diartikan sebagai suatu usaha terpadu dalam suatu perusahaan dengan tujuan untuk mempertahankan kualitas dari barang yang dihasilkan agar sesuai dengan karakteristik dan spesifikasi dari produk yang dihasilkan. Beberapa aspek yang terkait dengan