Optimal Reactive Power Dispatch untuk Meminimalkan Rugi Daya Menggunakan Flower Pollination Algorithm Fredi Prima Sakti 1 dan Jimmy Trio Putra 2 1 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Informasi dan Elektro, Universitas Teknologi Yogyakarta Jalan Siliwangi, Jl. Ringroad Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55285, Indonesia 2 Program Studi Teknologi Listrik, Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Jalan Yacaranda, Caturtunggal, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281, Indonesia fredipsakti@staff.uty.ac.id 1 , jimmytrioputra@ugm.ac.id 2 Abstract— This paper presents the Flower Pollination Algorithm (FPA) metaheuristic used to solve the Optimal Reactive Power Dispatch (ORPD) problem. ORPD is a non-linear optimization problem in the electric power system that regulates the generation of reactive power at the generator to minimize the real power loss on the transmission line while maintaining all parameters at the allowable value. In this case the FPA algorithm is used to find the minimum power loss by adjusting the voltage magnitude value of the generator, the transformer tap settings, and the reactive power compensator value in the system while maintaining the magnitude of the bus voltage, active and reactive power at the generator, and the channel capacity remains at its safe limit. ORPD is applied to the IEEE-30 Bus system test consisting of 8 generating units, 4 transformers, 9 reactive power compensators and 41 channels. The system has a load of 283.4 MW and 126.2 MVAR. The results after being optimized using FPA shows the power loss in the channel is reduced to 4,895 MW or reduced by 15.89%. The results of optimization using FPA showed better results compared to Genetic Algorithm and Particle Swarm Optimization. Keywords— Optimal Reactive Power Dispatch, power loss, voltage magnitude, Flower Pollination Algorithm Abstrak— Makalah ini menampilkan algoritma metaheuristic Flower Pollination Algorithm (FPA) yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan Optimal Reactive Power Dispatch (ORPD). ORPD adalah masalah optimasi non-linear pada sistem tenaga listrik yang mengatur pembangkitan daya reaktif pada generator untuk meminimalkan rugi daya nyata pada saluran transmisi dengan tetap menjaga semua parameter berada pada nilai yang diizinkan. Pada kasus ini algoritma FPA digunakan untuk mencari rugi daya yang paling minimum dengan mengatur nilai magnitud tegangan pada generator, setting tap trafo, dan nilai kompensator daya reaktif yang ada pada sistem dengan tetap menjaga nilai magnitud tegangan bus, daya aktif dan reaktif pada generator, serta kapasitas saluran tetap berada pada batas amannya. ORPD diterapkan pada tes sistem IEEE-30 Bus yang terdiri dari 8 unit pembangkit, 4 transformator, 9 kompensator daya reaktif, dan 41 saluran. Sistem memiliki beban 283,4 MW dan 126,2 MVAR. Hasil setelah dioptimasi menggunakan FPA menunjukkan rugi daya pada saluran berkurang menjadi 4,895 MW atau berkurang sebesar 15,89%. Hasil optimasi menggunakan FPA menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan Algorirma Genetik dan Particle Swarm Optimization. Kata kunci— Optimal Reactive Power Dispatch, rugi daya, magnitud tegangan, Flower Pollination Algorithm I. PENDAHULUAN Prinsip operasi sistem tenaga listrik yaitu kualitas, andal, dan ekonomis. Kualitas dimaknai dengan listrik yang dihasilkan harus memiliki nilai yang sesuai standar, seperti tegangan dan frekuensi. Andal dimaknai dengan transfer energi listrik dari pembangkit hingga ke beban mengalami keberhasilan tanpa pemadaman. Sedangkan ekonomis yaitu menjalankan operasi sistem tenaga listrik dengan biaya yang ekonomis [1]. Salah satu penyebab biaya operasi yang tinggi yaitu besarnya rugi-rugi daya pada saluran transmisi. Semakin besar rugi daya tersebut, artinya semakin besar pula daya yang terbuang. Oleh karena itu meminimalkan rugi-rugi daya menjadi perlu untuk dilakukan [2]. Kerugian sistem dapat diminimalkan melalui redistribusi daya reaktif pada sistem salah satunya dengan Optimal Reactive Power Dispatch (ORPD) [3]. ORPD merupakan masalah optimasi non-linear dengan mengatur pembangkitan daya reaktif untuk meminimalkan rugi daya nyata pada saluran transmisi, menjaga semua nilai tegangan dalam batas yang diizinkan, sekaligus memuaskan sejumlah batasan baik yang berbentuk persamaan maupun pertidaksamaan. Pengaturan pembangkitan daya reaktif pada suatu sistem tenaga listrik merupakan salah satu peran yang penting untuk operasi dan kontrol sistem tenaga listrik. Hal tersebut Jurnal Teknik Elektro Vol. 11 No. 2 Juli - Desember 2019 36 P-ISSN 1411 - 0059 E-ISSN 2549 - 1571