Buletin Veteriner Udayana Volume 12 No. 1: 67-73 pISSN: 2085-2495; eISSN: 2477-2712 Pebruari 2020 Online pada: http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p12 Terakreditasi Nasional Peringkat 3, DJPRP Kementerian Ristekdikti No. 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018 67 Seroprevalensi Sistiserkosis pada Babi di Wilayah Wamena, Papua (SWINE CYSTICERCOSIS SEROPREVALENCE IN WAMENA, PAPUA REGION) Alvionita Lingga*, Ida Bagus Ngurah Swacita, I Ketut Suada Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali. *Email: alvionitalingga.al@gmail.com ABSTRAK Sistiserksosis merupakan penyakit zoonosis disebabkan oleh larva cacing Taenia solium yang berdampak serius pada kesehatan hewan maupun manusia. Papua merupakan salah satu daerah endemis sistiserkosis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi sistiserkosis pada babi di wilayah Wamena, Papua. Sebanyak seratus sebelas sampel serum babi yang disampling dari wilayah Wamena kemudian diuji dengan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada sampel babi tersebut sebanyak 39,64% (44/111). Dapat disimpulkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada sampel babi dari Wilayah Wamena, Papua sangat tinggi, dengan demikian maka diperlukan program untuk memberantas penyakit ini oleh instansi terkait di Wilayah Wamena, Papua. Kata kunci: Seroprevalensi; sistiserkosis; babi; Wamena; Papua. ABSTRACT Cysticercosis is a zoonotic disease caused by the larvae of Taenia solium which can affect human and animal health. Papua is one of the endemic areas of cysticercosis in Indonesia. This study aim was to determine the seroprevalence of swine cysticercosis in the region of Wamena, Papua. A total of a hundred and eleven swine serum samples collected from the region was then tested by using Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). The results showed that the seroprevalence of cysticercosis in swine samples was 39.64% (44/111). It can be concluded that the seroprevalence of cysticercosis in swine of the region Wamena, Papua is realtively high. Therefore, it needs to design the disease control and eradicate program by relevant agencies in the region of Wamena, Papua. Keywords: Seroprevalence; cysticercosis; swine; Wamena; Papua PENDAHULUAN Babi merupakan salah satu hewan ternak yang sejak dahulu sangat disenangi masyarakat karena banyak manfaatnya dalam kehidupan maupun kesejahteraan manusia. Pemeliharaan babi juga tergolong tidak terlalu susah dikarenakan hewan ini termasuk omnifora, yaitu hewan pemakan segala jenis pakan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun dari binatang (Ardana dan Putra, 2008; Agustina et al., 2016). Wamena adalah sebuah distrik di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, sekaligus merupakan ibu kota kabupaten tersebut. Kabupaten Jayawijaya dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969, tentang pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten- Kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat. Babi merupakan ternak penting bagi masyarakat Wamena, bahkan nama kota Wamena diambil dari nama Babi yaitu Wam dan Ena: Wam artinya babi dan Ena artinya jinak, jadi Wamena berarti Babi jinak. Babi jinak terkenal di Wamena, yang mana dalam budaya lokal, masyarakat sering mengambil anak babi lalu dipelihara secara intensif seperti halnya orang memelihara anjing, sehingga Wamena atau babi jinak ini menjadi babi yang sangat akrab dan manja dengan manusia, bahkan ibu-ibu sering memberikan ASI mereka pada anak babi jinak. Babi merupakan hewan yang mempunyai kedudukan penting bagi masyarakat pedalaman daerah Wamena,