Patty dan Rumthe, 2020. Mortalitas kumbang Callosobruchus .. 46 Mortalitas Kumbang Callosobruchus chinensis Akibat Pemberian Bubuk Cengkih ( Syzygium aromaticum ) John Alfred Patty*, Ria Yeane Rumthe Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Jl.Ir.M. Putuhena. Kampus Poka-Ambon, 97233 *Korespondensi : johnalfredpatty62@gmail.com ABSTRAK Pengembangan pestisida nabati untuk menekan populasi hama sudah menjadi salah satu cara yang efektif. Pemberian bubuk gagang cengkih terhadap pertumbuhan populasi (Callosobruchus chinensis L penting untuk diteliti. Pestisida ini bersifat mudah terurai (biodegradable), sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang. Penelitian ini bertujuan untuk Mendapatkan dosis bubuk gagang cengkih (Syzygium aromaticum) yang efektif untuk mengendalikan kumbang (Callosobruchus chinensis L.) dalam simpanan kacang hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dosis bubuk gagang cengkih terdiri dari 5 perlakuan yaitu: kontrol, 10 g, 15 g, 20 g, 25 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 25 g memberikan tingkat mortalitas C. chinensis L. tertinggi (70 %), rata-rata waktu kematian tercepat 16 JSA, sedangkan dosis terendah 10 gram memberikan tingkat mortalitas C. chinensis L pada waktu 24 JSA dengan tingkat mortalitas 56,67%. Kata Kunci :, Mortalitas, Callosobruchus chinensis, Bubuk Cengkih Mortality of Betle Callosobruchus Chinensis Due To Provision of Clove Powder (Syzygium Aromaticum) ABSTRACT The development of plant-based pesticides has become an effective way to suppress pest populations. The application of clove handle powder to population growth (Callosobruchus chinensis L) is important to be studied, because it is a less biodegradable pesticide with fewer residu and safer for humans and livestock. The objective of this study was to obtain an effective dose of clove (Syzygium aromaticum) powder for controlling beetles (Callosobruchus chinensis L.) in stored mung bean. The study method was a Completely Randomized Design with 5 treatments of clove handle powder doses, namely control, 10 g, 15 g, 20 g, 25 g. The results showed 70% or the highest mortality rate of C. chinensis L. is found at a dose of the 25 g, with the fastest average time of death is 16 JSA, while the lowest dose of 10 g indicates 56,67% of the the mortality rate of C. chinensis L with 24 JSA time after application. Keywords: Mortality, Callosobruchus chinensis, Clove Powder PENDAHULUAN Kacang hijau (Vigna radiata L.) mempunyai nilai ekonomi nomor tiga dalam kelompok tanaman kacang-kacangan di Indonesia, setelah kedelai dan kacang tanah. Kandungan proteinnya cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor yang sangat diperlukan tubuh [1] Gudang tempat penyimpanan kacang hijau dapat memicu perkembangan kumbang Callosobruchus chinensis L. akibatnya kualitas dan kuantitas menurun. Salah satu penyebab kerusakan kacang hijau di dalam penyimpanan adalah serangan kumbang Callosobruchus chinensis L.. Hama