Jurnal Kimia Mulawarman Volume 12 Nomor 1 November 2014 ISSN 1693-5616 Kimia FMIPA Unmul 14 Kimia FMIPA Unmul MODIFIKASI RESIN Ca-ALGINAT DENGAN ABU JERAMI PADI SEBAGAI MATERIAL PENGISI KOLOM PADA TAHAPAN PRAKONSENTRASI ANALISA ION Mn (II) SECARA OFF- LINE Adhi Surya Pranata, Bohari Yusuf, Aman Sentosa Panggabean Program Studi Kimia FMIPA Universitas Mulawarman Jalan Barong Tongkok No. 4 Kampus Gunung Kelua Samarinda, 75123 Email: adhisuryap@gmail.com ABSTRACT The modification of resin Ca - Alginate with rice straw ash as a column filler material for preconcentration step of Mn(II) ion. Has been done Preconcentration method was used by off-line method, water samples were passed through the column and eluted with 0.1 M H2SO4. The eluate was taken and detected by using Spectrophotometer UV - Visible. Optimum composition of modified resin Rice straw ash - Ca - Alginat were at 1% Na - Alginate, 0.1 M CaCl2, and 0.5 g rice straw ash. The result of research shown the optimum condition of retention capacity ion Mn(II) was 0.08211 mg Mn / gr resin. The best sorption at pH 2, and optimum condition of eluent concentration 0.1 M H2SO4, sample volume 12 mL and eluent volume was 5 mL. The analytical performance of this method was good for determination of ion Mn(II) that could be evaluated by limit of detection about 0.7727 mg/L with the reproducibility level shown by the precentage of the coefficient variance was 1.179 %. This method could be applicated to determine ion Mn(II) at the natural water samples from Mahakam river with a recovery percentage of > 95 %, used spike method that shown this resin is good to using at preconcentration stage determination of ion Mn(II). Keywords : Preconcentration, Rice Straw Ash - Ca - Alginat Modified Resin. A. PENDAHULUAN Kilang LNG/LPG Badak di Bontang adalah suatu kilang pencairan gas alam yang memproduksi LNG dan LPG. Untuk memenuhi persyaratan pada perjanjian bersama maka gas alam yang dihasilkan harus diketahui komposisinya sebelum diekspor. Gas alam tersusun dari hidrokarbon ringan terutama Methane (CH4). Zat pengotor yang terkandung di dalamnya, seperti CO2, Hg, H2O, S dan hidrokarbon berat. Sulfur di dalam gas alam menyebabkan korosi dan kebuntuan pada pipa pencairan gas alam. Kandungan sulfur di gas alam sulfur terdiri dari dua jenis, yaitu sulfur organik (merkaptan, karbonil sulfit, lower sulfides dan tetrahidrohiophene) dan sulfur bentuk anorganiknya (H2S). Polusi atau terkadang biasa disebut juga dengan pencemaran ialah suatu proses penambahan, atau masuknya zat asing ke dalam suatu sistem atau suatu lingkungan yang biasanya memberikan akibat terhadap sistem lingkungan yang dimasuki tersebut. Pencemaran sendiri banyak bentuknya atau banyak kasusnya, misalnya seperti pencemaran terhadap suatu sistem yang lebih kecil seperti pencemaran makanan, dan bahkan pencemaran pada sistem yang lebih besar sepeti lingkungan (baik itu pada elemen udara, air, maupun tanah), maupun pencemaran - pencemaran dalam bentuk bentuk lainnya. Pecemaran pada lingkungan sendiri banyak jenisnya, namun yang sering sekali menjadi perhatian yang cukup besar adalah pencemaran pada air, baik itu seperti air minum, air sungai, air danau, maupun jenis air lainnya. Karena air ini adalah salah satu kebutuhan vital hidup manusia, yang sangat banyak menyangkut hajat hidup orang banyak. Dan dari penelitian penelitian yang sudah ada, air ini salah satu media pencemaran yang sangat mudah dan sangat besar akibatnya terhadap proses kehidupan manusia banyak. Mangan adalah salah satu dari tiga elemen penting beracun, yang berarti bahwa tidak hanya perlu bagi manusia untuk bertahan hidup, tetapi juga beracun ketika terlalu tinggi konsentrasinya hadir dalam tubuh manusia. Terpaparnya mangan di dalam tubuh manusia terutama terjadi melalui makanan, seperti bayam, teh dan rempah- rempah. Setelah penyerapan dalam tubuh manusia mangan akan diangkut melalui darah ke hati, ginjal, pankreas dan kelenjar endokrin. Efek mangan terjadi terutama di saluran pernapasan dan di otak. Gejala keracunan mangan adalah halusinasi, pelupa dan kerusakan saraf. Logam-logam ini dalam sumber air cenderung terdapat dalam kadar yang sangat rendah (trace metals), namun dapat terakumulasi pada sedimen dan biota air. Oleh karena itu diperlukan adanya teknik tersendiri dalam penentuan konsentrasi ion-ion logam tersebut. Salah satu teknik dalam penentuan konsentrasi ion ion logam dalam sampel air alam adalah teknik prakonsentrasi. Prakonsentrasi sendiri pada prinsipnya berfungsi untuk memisahkan sampel logam dengan matriks pengganggu dan mengurangi efek dari matriks. Pembentukan kompleks logam dengan agen khelat yang kemudian diekstraksi oleh pelarut organik merupskan salah satu metode prakonsentrasi yang berkembang. Oleh karena itu peneliti ingin menyertakan elemen abu dari jerami padi ini dalam teknik analisis terutama dalam tahap prakonsentrasi. Serta dalam penelitian kali ini akan dipelajari mengenai kinerja resin termodifikasi dari