Jurnal AKK, Vol 2 No 2, Mei 2013, hal 42-47 DETERMINAN KINERJA PETUGAS IMUNISASI DI PUSKESMAS KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH DETERMINANTS OF THE PERFORMANCE OF IMMUNIZATION WORKERS IN HEALTH CENTERS IN DISTRICT SIGI CENTRAL SULAWESI Ngadarodjatun¹, Amran Razak 2 , Siti Haerani 3 ¹Dinas Kesehatan Provinsi, Sulawesi Tengah 2 Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, FKM Unhas 3 Bagian Manajemen, Fakultas Ekonomi Unhas ABSTRACT This study aimed to analyze the effect of knowledge, attitudes, motivation, leadership, compensation to the performance of immunization workers and the factors that most influence the performance of immunization workers. This research is in the health center as much as 15 health centers Sigi. This type of research is analytic survey with cross sectional sample study.Pengambilan Sampling is done in total immunization clinic staff by 45 people. Data were analyzed using statistical analysis Chi-Square test and multiple logistic regression at α <5% Influence. The results of the analysis indicate that there is influence between knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.004), motivation (p = 0.000), leadership (p = 0.015), and compensation (p = 0:08) to the immunization clinic kenerja officer Sigi . Results of logistic regression analysis showed that knowledge (p = 0.004, Exp (B) = 14.038), is the most influential factor on the performance of immunization workers Sigi with the influence of 14.038. Conclusion: No effect of knowledge, attitudes, motivation, leadership, compensation on performance and enormous influence on the performance of knowledge of the magnitude of the effect is 14.038. Keywords: Determinant Factors, Performance Officer, Immunization Coverage PENDAHULUAN Upaya imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Upaya ini merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost effective. Tujuan program imunisasi adalah menurunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian bayi akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Jenis-jenis penyakit PD3I yang masuk ke dalam program imunisasi adalah tuberculosis, difteri, pertusis, polio, campak, tetanus dan hepatitis B. Penyakit- penyakit PD3I disamping dapat menularkan penyakit juga berpotensi terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat PD3I sangat ditentukan oleh cakupan imunisasi yang tinggi dan merata di semua Desa/Kelurahan yang diukur dengan cakupan Universal Child Immunization (UCI). UCI adalah suatu kondisi dimana 80% bayi yang ada disuatu desa telah mendapatkan lima imunisasi dasar lengkap yang meliputi Hepatitis B 1 kali, BCG 1 kali, Polio 4 kali, DPT-HB 3 kali dan Campak 1 kali (Depkes, 2005). Saat ini Angka Kematian Bayi (AKB) Kabupaten Sigi cukup tinggi, tiga tahun terakhir jumlah kematian bayi sebagai berikut : tahun 2009 sejumlah 45 anak; tahun 2010 sejumlah 74 anak ; dan pada tahun 2011 mengalami sedikit penurunan sejumlah 51 anak. (Dinkes Kab.Sigi, 2012). Angka kematian anak yang tinggi tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya infeksi. Hal ini menunjukkan bahwa program imunisasi belum merata di masyarakat dan juga diperburuk lagi dengan kondisi rumah sehat yang hanya 68,5%. Data Kabupaten Sigi tahun 2009 dari 156 desa, yang mencapai desa UCI sebanyak 97 desa (62,2%), tahun 2010 yang mencapai desa UCI 100 (64,1%), tahun 2011 yang mencapai UCI desa 102 (65,4%) ; dan tahun 2012 yang mencapai desa UCI 110 (70,1%). Dari data tersebut di atas terlihat Correspondence : Ngadarojatun, Dinas Kesehatan Provinsi, Sulawesi Tengah, HP : 082191730920, Email: ngadarojatun83@yahoo.co.id 42