79 | BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Volume 2 Nomor 2, 2018 Journal homepage : http://journal2.um.ac.id/index.php/bibliotika CYBER LIBRARIAN: KONSEP PUSTAKAWAN INDONESIA 2050 Muhammad Rasyid Ridlo, Umi Farida * Program Studi Ilmu Perpustakaan, Universitas Sari Mutiara Indonesia-Medan Pustakawan Fakultas Ekonomi-Universitas Semarang ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received: 3 April 2018 Accepted: 9 Juli 2018 Published: 15 Nov 2018 Keyword: cyber librarian, pustakawan, teknologi Pustakawan merupakan tonggak utama dari sebuah perpustakaan, tidak adanya pustakawan yang berkualitas maka akan mempengaruhi pelayanan perpustakaan. Pustakawan saat ini hanya dituntut untuk menguasai aplikasi web SLIMS dan lebih parahnya terkadang lowongan pustakawan hanya mewajibkan mempunyai ijazah sarjana ilmu perpustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualifikasi pustakawan yang ada di dalam dan luar negeri. Penelitian ini menggunakan studi eksploratoris dengan mengumpulkan iklan- iklan yang beredar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Setelah didapatkan data dari iklan, maka penulis memberikan gambaran bahwasanya kualifikasi pustakawan yang diterapkan di Indonesia tertinggal oleh kualifikasi pustakawan yang ada di Luar Negeri. Salah satu kualfikasi yang ada di Luar Negeri adalah mewajibkan menguasai Dublin core dan bahasa pemrograman baik itu aplikasi ataupun website PENDAHULUAN Berbicara perpustakaan maka tidak lepas dari adanya peran seorang pustakawan di dalamnya. Seorang pustakawan harus mempunyai keterampilan serta kemampuan dalam mengelola perpustakaan. Seperti dijelaskan dalam UU No. 43 Tahun 2007 bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (Perpusnas, 2007). Namun seiring berkembangnya informasi yang semakin pesat, tugas pustakawan tidak hanya terbatas pada pengelolaan perpustakaan saja. Pustakawan juga memegang peran penting dalam pembangunan sebuah jaringan informasi yang ada di perpustakaan. Adanya peran tambahan ini, kualifikasi pustakawan yang sebelumnya hanya terbatas pada background pendidikan, kini perlu diimbangi dengan keterampilan lain di luar pendidikan pustakawan. Menurut peraturan standar perpustakaan perguruan tinggi tahun 2011 disebutkan kepala perpustakaan harus memiliki sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang * Corresponding author. E-mail addresses: rasyidridlo28@gmail.com (Muhammad Rasyid Ridlo), umifarida14@gmail.com (Umi Farida) ISSN : 2579-3802 (Online) - BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/BY/4.0/).