Fadel Muhammad & Soraya Rahmanisa | Intervensi untuk Mencegah Tuberkulosis Resisten Obat MAJORITY I Volume 5 I Nomor 4 I Oktober 2016 I 65 Intervensi untuk Mencegah Tuberkulosis Resisten Obat Fadel Muhammad Ikrom 1 , Soraya Rahmanisa 2 1 Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung 2 Bagian Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung Abstrak Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. TB merupakan penyakit infeksi yang menduduki peringkat kedua kematian (1,5 juta kasus) terbanyak di dunia setelah infeksi oleh human immunodeficiencyvirus (HIV). Multi Drug-Resistant TB (MDR-TB) adalah TB yang resisten terhadap minimal dua obat poten TB, yaitu isoniazid dan rifampin. Ada dua alur utama yang dapat mengarah ke perkembangan TB resisten obat yaitu resitensi obat yang didapat (sekunder) dan resistensi obat primer. Resistensi obat didapat ialah hasil dari kualitas pengobatan yang buruk, inadekuat atau tidak lengkap yang membuat mutasi strain resisten. Resistensi obat primer berarti bahwa seseorang telah terinfeksi strain TB resisten obat. Terdapat lima cara utama untuk mencegah TB resisten obat, antara lain: 1. Deteksi dini dan pengobatan berkualitas pada TB sensitif obat; 2. Deteksi dini dan pengobatan berkualitas pada TB resisten obat; 3. Implementasi efektif dari langkah-langkah pengendalian infeksi; 4. Memperkuat regulasi sistem kesehatan; 5. Mengatasi faktor risiko penyebab dan determinan sosial Kata kunci: Intervensi, resisten, tuberkulosis, Interventions to PreventDrug-ResistantTuberculosis Abstract Tuberculosis (TB) is a major global health in the world. TB is an infectious disease that ranks as the second leading cause of death (1,5 million cases) after human immunodeficiency virus (HIV) infection. Multi-Drug Resistant TB (MDR-TB) is TB that is resistant to at least two potent TB drugs, namely isoniazid and rifampin.There are two principal pathways leading to the development of active drug-resistant TB acquired (secondary) drug resistance and primary drug resistance.Acquired drug resistance is the result of inadequate, incomplete or poor treatment quality that allows the selection of mutant resistant strains.Primary or initial drug resistance means that a person has been infected with a drug-resistant TB strain.There are five principal ways to prevent drug-resistant TB: 1. Early detection and high quality treatment of drug-susceptible TB; 2. Early detection and high quality treatment of drug-resistant TB;3. Effective implementation of infection control measures;4. Strengthening and regulation of health systems;5. Addressing underlying risk factors and social determinants. Keywords: interventions, resistant, tuberculosis Korespondensi: Fadel Muhammad Ikrom, alamat: Jalan Abdul Muis 8 No 6, No. HP:085368560875, e-mail: fadelfmi@gmail.com Pendahuluan Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan di dunia terutama di negara-negara berkembang. 1 Berdasarkan data WHO, pada tahun 2013 diperkirakan terdapat sembilan juta orang dilaporkan sebagai kasus TB baru di dunia. 2 Tuberkulosismenduduki peringkat kedua kematian (1,5 juta kasus) yang disebabkan oleh penyakit infeksi di dunia setelah infeksihuman immunodeficiency virus (HIV).Indonesia menduduki peringkat ke-5 dengan angka insiden kejadian TB terbesar di dunia setelah India, Cina, Nigeria, Pakistan.Prevalensi penyakit tuberkulosis berdasarkan diagnosis di Indonesia pada tahun 2013 yaitu 0,4% dari jumlah penduduk. 3 Multi Drug-Resistant TB (MDR-TB) adalah TB yang resisten terhadap minimal dua obat poten TB, yaitu isoniazid dan rifampin. Jika pasien MDR-TB mengalami resistensi kepada obat golongan fluoroquinolone dan salah satu obat lini kedua (amikacin, kanamycin atau capreomycin) maka ia disebut pasien Extensively Drug-Resistant TB (XDR-TB). Resistensi terhadap obat TB merupakan hambatan yang tangguh untuk perawatan dan pencegahan TB. Multi Drug-ResistantTB (MDR- TB) dipicu oleh pengobatan yang tidak tepat pasien, manajemen yang buruk dari pasokan dan kualitas obat, dan transmisi udara dari bakteri di tempat umum. 4 Hal terpenting yang bisa dilakukan seseorang untuk mencegah penyebaran MDR- TB adalah menjalani pengobatan dengan tepat. Pengobatan tepat meliputi dosis yang tepat dan tepat waktu. Pasien sebaiknya memberitahu pelayan kesehatannya apabila