Seminar Nasional Teknik dan Manajemen Industri dan Call for Paper (SENTEKMI 2021) ISSN 2809-1825 Volume 1 Nomor 1 Program Sarjana Teknik Industri, Universitas Kristen Maranatha, Bandung 66 Bandung, 11 November 2021 Identifikasi Penyebab dan Analisis Risiko Kegagalan Proses Produksi Geomembrane Pabrik Plastik Menggunakan Pendekatan FMEA Endra Yuafanedi Arifianto 1* , Ridha Nurlita Briliana 2 1,2 Teknik Industri, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Indonesia ( * endra@ub.ac.id) Abstrak – Perkembangan sektor industri dan kemajuan teknologi yang pesat menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin ketat. Kualitas output yang baik dapat dihasilkan apabila menggunakan input dengan kualitas yang baik serta menjalankan proses produksi yang tepat dan sesuai standar kualitas . Untuk memenuhi permintaan konsumen, perlu dilakukan identifikasi dan perbaikan secara menyeluruh terhadap kualitas dari produk yang dihasilkan. Meskipun proses pengendalian kualitas telah dilaksanakan sebaik mungkin, masih sering ditemukan ketidaksesuaian antara produk jadi dengan produk yang diharapkan. Beberapa faktor bisa mempengaruhi kondisi tersebut seperti mesin, material, lingkungan, manusia, dan metode yang digunakan. Dalam suatu proses produksi, seringkali ditemukan defect pada output. Dalam penelitian ini, dilakukan analisa terhadap penyebab dan risiko kegagalan produksi. Penerapan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta Root Cause Analysis (RCA) untuk mengetahui akar penyebab dari masalah defect produk supaya dapat dilakukan peningkatan kualitas oleh perusahaan. Kata kunci: FMEA; pengendalian kualitas; proses produksi; RCA I. PENDAHULUAN Sebelum terjadi penurunan kualitas produk perusahaan melakukan pencegaah dengan menerapkan pengendalian kualitas. Disamping itu, perlu dilakukan perbaikan sistem maupun metode produksi dari segi manusia ataupun mesin untuk meningkatkan kualitas. Pengendalian kualitas dapat dimulai dari pengadaan bahan baku, saat berlangsungnya proses produksi, hingga pada produk akhir dan penyesuaian dengan standar produksi yang sudah ditetapkan. Selanjutnya, pengendalian produk dapat dilakukan dengan cara memeriksa kembali produk akhir yang siap didistribusikan ke pelanggan. Pengendalian kualitas pada bahan mentah atau material, dalam proses produksi, dan produk jadi dapat mengurangi kemungkinan adanya cacat atau produk yang rusak. Pabrik plastik “X” merupakan perusahaan yang bergerak untuk keperluan konstruksi, agrikultur, pertanian, packaging produk, dan lain sebagainya. Dalam proses produksinya, merupakan suatu hal yang wajar ketika terjadi cacat pada hasil produk. Namun, perlu diketahui penyebab dan dampak dari cacat tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan sehingga mampu berkembang dan bersaing dengan perusahaan kompetitor kedepannya. Penelitian ini, melakukan analisis terhadap penyebab dan risiko kegagalan produksi plastik geomembrane dengan pendekatan metode Failure Mode and Effect Analysis serta Root Cause Analysis menggunakan tools yaitu fishbone diagram. Diagram ini digunakan untuk mengetahui akar penyebab dari permasalahan cacat produk perusahaan. Penjelasan detail melalui diagram bisa menghasilkan usulan perbaikan kualitas produk. II. STUDI LITERATUR Konsep Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pertamakali dikenalkan oleh Aerospace Industry sekitar tahun 1960. Selanjutnya, di sekitar tahun 1980 perusahaan Ford juga menggunakan FMEA, kemudian disusul tahun 1993 perusahaan American Society for Quality Control (ASQC) dan AIAG (Automotive Industry Action Group) menetapkannya sebagai standard. Suatu tata cara yang sistematis, runtut, teratur, integral untuk mengidentifikasi dan menahan kemungkinan terbanyak kegagalan (failure) definisi dari FMEA. Dalam ISO/TS 16949:2022 (Techical Spesification for Automotive Industry), FMEA merupakan salah satu core tools. Selain itu FMEA juga dapat digunakan untuk mengkaji dan menguji bagian – bagian pada sistem sehingga dapat mengurangi risiko atau dampak dari suatu tingkat kegagalan. Hal ini digunakan untuk mendukung penilaian kinerja sistem perusahaan (Imanuell & Lutfi, 2019). Menurut Sukwadi dkk, (2017), metode ini juga