JKMK JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KHATULISTIWA http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/JKMK?page=index FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN (SAR) PADA MAHASISWA DI PONTIANAK Otik Widyastutik 1 , Angga Permadi 2 Fakultas Ilmu Kesehatan: Universitas Muhammadiyah Pontianak 1,2 Jl. Jenderal Ahmad Yani No.111 : Pontianak Email : otik@unmuhpnk.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor penyebab terjadinya kejadian SAR pada mahasiwa di Pontianak. Desain yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 279 sampel. Analisis data melalui tiga tahapan yaitu univariat, bivariat (Chi square), dan analisis multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor genetik (p value = 0,002) (PR = 1,786; CI 95% 1,278-2,497), trauma sikat gigi (p value = 0,002) (PR = 1,874; CI 95% 1,259- 2,790) dan konsumsi air putih (p value = 0,024) (PR = 1,558; CI 95% 1,070-2.270 yang berarti ada hubungan dengan riwayat kejadian SAR. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor penyebab yang paling berpengaruh dalam menyebabkan SAR adalah Trauma Sikat Gigi (PR = 1,994). Kemungkinan seseorang yang memiliki genetik SAR dan sering mendapatkan trauma sikat gigi berisiko 48,66%. untuk mengalami SAR. Anjuran kepada penderita SAR untuk mewaspadai sariawan berkepanjangan untuk segera memeriksakan dan mengatasi faktor-faktor yang menjadi pemicu timbulnya SAR guna mengantisipasi munculnya penyakit sistemik. FACTORS RELATED TO RECURRENT APHTHOUS STOMATITIS AT THE UNIVERSITY STUDENTS IN PONTIANAK Abstract This study aimed to find out the factors related to canker sores history in university students in Pontianak. An analytical observation and a cross sectional design were carried out in this study. The samples were 279 university students. The data were analyzed in three stages; univariate, bivariate (ChiSquare), and multivariate (logistic regression). The study revealed two findings. First, there were correlation of genetic factor ( p value=0,002) (PR=1,786;CI 95% 1,278-2,497), toothbrush trauma (p value=0,002)(PR=1,874; CI 95% 1,259-2,790), mineral water intake (p value=0,024)(PR=1,558; CI 95% 1,070-2.270), and canker sores history. Hence, the multivariate analysis indicated that the most influential factor in canker sores was toothbrush trauma (PR=1,994). Also, the possibility of a person who had genetic factor of canker sores and had tooth brush trauma of 48,66% would experience more canker sores. Alamat korespondensi: ISSN 2581-2858 Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pontianak Email: otik@unmuhpnk.ac.id Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima 26 Juni 2017 Disetujui 01 Juli 2017 Di Publikasi 31 Agustus 2017 Keywords: SAR, genetik, trauma, konsumsi air putih © 2017, Universitas Muhammadiyah Pontianak