1 DOI: http://dx.doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v10i2.12982 BIOEDUKASI Volume 10, Nomor 2 Halaman 29 - 34 p-ISSN: 1693-265X e-ISSN: 2549-0605 Agustus 2017 PBMP untuk Pemberdayaan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Multietnis PBMP to Empower Critical Thinking Skill of Multiethnic Students Ade Haerullah*, M. Nasir Tamalene Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Khairun Ternate. Jl. Pertamina Kampus II Unkhair Gambesi Kota Ternate Selatan, Maluku Utara. Indonesia . *Corresponding authors: hannakhairunisa2013@gmail.com. Manuscript received: 5 Juni 2017 Revision accepted: 5 Agustus 2017 ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi model pembelajaran berpola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dalam memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa. Lebih lanjut penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa dengan etnis yang berbeda terkait dengan strategi pembelajaran yang diterapkan. Penelitin ini tergolong quasi experiment, dilaksanakan pada tahun ajaran 2015/2016 di kelas V pada dua Madrasah Ibtidaiyah yang tergolong sekolah Madrasah multietnis di Kota Ternate. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis. Pemengujian hipotesis dilakukan dengan Anakova dalam program SPSS 16.0. Apabila nilai probabilitinya signifikan, maka dilakukan uji lanjut dengan LSD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dan atau dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran berpola PBMP lebih berpotensi untuk memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa dibanding strategi konvensional. Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antar etnis pada kelas yang diterapkan strategi pembelajaran PBMP, perbedaan tersebut terlihat pada hasil uji LSD yang menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis pada etnis Ternate tidak berbeda nyata dengan etnis Makian tetapi berbeda nyata dan lebih tinggi, dari etnis Tidore. Perbedaan tesebut dapat disimpulkan bahwa siswa pada masing-masing etnis memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Keywords: multietnis, PBMP, keterampilan berpikir kritis PENDAHULUAN Pelaksanaan proses pembelajaran oleh guru di sekolah dasar dengan kondisi etnis yang beragam merupakan suatu tantangan yang perlu diperhatikan. Kemajemukan masyarakat menjadi potensi dan kekayaan jatidiri bangsa bagi pembangunan daerah maupun nasional, sehingga patut disebut kemajemukan masyarakat merupakan suatu kelebihan dan atau kekuatan dalam bermasyarakat, tetapi dengan kemajemukan juga diduga dapat menyimpan potensi konflik, selain itu kemajemukan juga dapat berpengaruh terhadap mutu pembelajaran di kelas. Haerullah (2012) melaporkan bahwa pembelajaran di dalam kelas multietnis lebih sukar dilaksanakan daripada kelas monoetnis. Keragaman etnis di sekolah-sekolah merupakan tantangan besar bagi pendidikan (Guida de Abreu and Ed Elbers, 2005). Sekolah multietnis dikendalikan dan dijalankan oleh guru untuk menyatukan keberagaman sehingga meminimalisasi konflik di masyarakat setempat (Corson., D. 1991). Kelompok etnis minoritas membangun identitas akademik melalui etnis mayoritas melalui kegiatan kolaboratif konstruktif (Haan at al, 2010). Siswa dengan latar belakang budaya yang berbeda cenderung membuat penilaian yang sering bias (Jackson et al., 2006). Terkait dengan kelas multietnis Artiles et al., (2010); Harry and Klinger, (2007); Salend, (2010) mengemukakan bahwa anak-anak dari berbagai latar belakang yang berbeda seperti; perbedaan budaya dan bahasa kemungkinan memiliki resiko kegagalan bersekolah. Hal tersebut dikarenakan setiap siswa yang berasal dari etnis tertentu membawa pandangan dan perilaku serta ciri khas budaya masing-masing dalam menerima bahan pembelajaran dan menerima teman atau guru di sekolah. Menurut Ogbu, (1992), MacNaughton dan Hughes, (2001) anak-anak dari beragam budaya latar belakang yang berbeda membawa asumsi dan kesan mereka sendiri tentang dunia ke sekolah. Penerimaan teman dari etnis berbeda membutuhkan stimulus, dengan demikian diharapkan agar guru berperan positif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Kondisi ini sering dijumpai di Indonesia, dan menyulitkan terlaksananya proses belajar yang baik, untuk mengatasi kelemahan ini hendaklah ditemukan suatu strategi pengajaran berorientasi multietnis. Sasaran utama strategi ini adalah siswa. Proses pembelajaran yang harus dikembangkan di sekolah multietnis yaitu pembelajaran yang menempatkan peserta didik pada kenyataan sosial di sekitarnya (Kusmarni, 2011). Salah satu strategi dan teknik mengajar yang sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran multietnis adalah strategi pembelajaran kooperatif. Darmadi (2011) berpendapat bahwa gaya mengajar guru yang paling tepat pada sekolah multietnis adalah belajar secara kooperatif atau cooperative learning. Haerullah (2012) mengemukakan bahwa pembelajaran berpola PBMP dipadu Think Pair Share (TPS) sangat tepat diterapkan di sekolah multietnis dan lebih berpotensi mengembangkan keterampilan metakognisi siswa.