Studi Kasus: Canine Chronic Ulcerative Stomatitis pada Anjing
Pomeranian
(Case Study: Canine Chronic Ulcerative Stomatitis on Pomeranian Dog)
Zumara Mufida Hidayati
1*
, I Nyoman Suartha
2
, I Gede Soma
2
1
Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman,
Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia 80234.
2
Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman,
Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia 80234.
A R T I C L E I N F O A B S T R A C T
Received: 18 Februari 2021
Accepted: 30 Mei 2021
*Corresponding author
zumaramufida@gmail.com
Keywords:
Canine chronic ulcerative
Dental Plaque
Halitosis
Stomatitis
Chronic inflammation of the oral cavity accompanied by ulcers
called Canine Chronic Ulcerative Stomatitis (CCUS). A
Pomeranian dog was examined at the Animal Hospital, Faculty of
Veterinary Medicine, Udayana University with complaints of
decreased appetite and drinking accompanied, in the dog that would
not close his mouth. Clinical examination showed that there is
bleeding and swelling of the gums and lips, torn sores and ulcer on
the lower lip, redness on the edge of the tongue, blackish plaque in
almost all of his teeth, halitosis, and enlargement of the mandibular
lymph nodes, and routine hematological examination showed a
normochromic and normocytic anemia, elevated monocyte levels,
and neutrophilia, so dogs were diagnosed with CCUS. Treatment
using Amoxicillin, Meloxicam, Vitamin C, Ferrous Sulfate, and
fluid therapy using NaCl initially gave quite good results, but the dog
died on the sixth day after therapy which possibly due to severe
malnutrition and anemia.
A B S T R A K
Kata Kunci:
Canine chronic ulcerative
Halitosis
Plaque gigi
Stomatitis
Radang rongga mulut yang berlangsung kronis disertai ulser disebut
Canine Chronic Ulcerative Stomatitis (CCUS). Seekor anjing
Pomeranian diperiksa di Rumah Sakit Hewan, Fakultas Kedokteran
Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan nafsu makan dan
minum menurun, di anjing yang tidak mau menutup mulutnya.
Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa terdapat perdarahan
dan pembengkakan pada gusi dan bibir, luka sobek dan ulser pada
bibir bawah, kemerahan pada tepi lidah, plaque berwarna
kehitaman di hampir seluruh giginya, halitosis, serta pembesaran
limfonodus mandibularis, dan pemeriksaan hematologi rutin
menunjukkan adanya anemia normositik normokromik,
peningkatan kadar monosit, dan neutrofilia, sehingga anjing
didiagnosa menderita CCUS. Pengobatan dengan menggunakan
Amoxicilin, Meloxicam, Vitamin C, Ferrous Sulfate, dan terapi
cairan NaCl awalnya memberikan hasil cukup baik, namun hewan
meninggal dunia di hari keenam pasca terapi yang kemungkinan
dikarenakan malnutrisi dan anemia parah.
©Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 2(2) Juni 2021 p-ISSN: 2715-3010 | e-ISSN: 2716-0424
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Vol. 2 No. 2 Juni 2021
Beranda Jurnal: https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jstp