SEPA : Vol. 17 No.2 Februari 2021 : 156 – 164 ISSN : 1829-9946 DOI: https://doi.org/10.20961/sepa.v17i2.43634 156 KEBERLANJUTAN KEMITRAAN PETANI PLASMA TEH DAN PT. PAGILARAN : BAGAIMANA DAN APA YANG MEMENGARUHI? Hani Perwitasari, Arif Wahyu Widada*, Anung Pranyoto, Jangkung Handoyo Mulyo, Sugiyarto, Herdiana Anggrasari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Jl. Flora, Bulaksumur, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281 *Corresponding author: arif.w.widada@ugm.ac.id Abstract: Many Nucleus Estate-Small holding (NES) coo-partnerships often experience dynamics and leave several problems for both parties engaged in the partnership, and in serious way, it may threaten the sustainability of the partnership. This research’s objectives are 1) to determine the level of willingness to sustain the NES coo-partnership, and 2) to analyze the determinant factors of the willingness to sustain the NES coo-partnership. Location of the research comprises two villages namely Kaliboja and Kaliombo, located in Paninggaran sub-district, Pekalongan regency. Ninety tea farmers selected by using convenience sampling method are involved and interviewed. Descriptive method and ordered logistic regression are employed to answer the objectives of the research. The result shows that most farmers are willing to sustain the NES coo-partnership. Moreover, the determinant factors of the willingness to sustain partnerships are the age of farmer, farmer’s tea production, and partnership effectiveness. Keywords: farmer, pagilaran, partnership, tea Abstrak: Kerjasama kemitraan dengan pola inti-plasma sering kali mengalami dinamika pasang surut dan meninggalkan persoalan bagi kedua belah pihak yang terlibat dalam kerjasama, dan dalam skala yang besar dapat mengancam keberlanjutan kerjasama kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesediaan petani plasma teh untuk melanjutkan kerjasama kemitraan dengan perusahaan inti, serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan untuk melanjutkan kerjasama kemitraan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaliboja dan Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan 90 petani plasma teh yang dipilih dengan metode convenience sampling. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat kesediaan petani untuk melanjutkan kemitraan, dan regresi ordinal logit digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada kesediaan melanjutkan kerjasama kemitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani plasma teh berminat untuk melanjutkan kerjasama kemitraan. Faktor usia petani, produksi teh, dan efektivitas kemitraan memiliki pengaruh signifikan terhadap kesediaan petani untuk melanjutkan kerjasama kemitraan inti- plasma. Kata Kunci: kemitraan, pagilaran, petani, teh PENDAHULUAN Kerjasama kemitraan perkebunan telah berlangsung kurang lebih 4 dekade yang lalu atau sejak 1970an sejak diterbitkannya Keputusan Presiden Indonesia Nomor 11 Tahun 1974, yang pada intinya mendorong perusahaan perkebunan negara (BUMN) untuk berperan sebagai Pembina perkebunan- perkebunan rakyat di sekitarnya, atau istilahnya bertindak sebagai perkebunan inti. Pola kemitraan inti-plasma terus mengalami