ISSN 1978-2071 (Print); ISSN 2580-5967 (Online) Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma 9(1): 85-96, Maret 2020 85 Efek Proteksi dari Terapi Oksigen Hiperbarik terhadap Ekspresi Bcl-2 Miometrium Rattus norvegicus Bunting yang Terinfeksi oleh Tachyzoite Toxoplasma gondii Arif Rahman Nurdianto 1* , Aryati 2 , Mohammad Guritno Suryokusumo 3 , Mufasirin 4 Doctoral Student, Universitas Airlangga; Public Health Office of Sidoarjo, Indonesia; STIKES Anwar Medika Hospital 1 Professor in Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Indonesia 2 Aquatic and Hyperbaric Medicine Academie Nationale de Medicine, Paris, France 3 Department of Parasitology, Faculty of veterinary medicine, Universitas Airlangga, Indonesia 4 *e-mail: didins99@gmail.com Abstrak Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) dapat meningkatkan hantaran oksigen ke jaringan dan menstimulasi pembentukan H2O2 sebagai perantara dalam fosforilasi nuclear factor kappa beta (NF-kB) yang sangat penting dalam transkripsi gen anti apoptosis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh HBOT pada peningkatan ekspresi Bcl-2 di myometrium tikus yang terinfeksi Toxoplasma gondii. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan randomized control group of post-test only dan menggunakan 37 Rattus norvegicus Sprague Dawley bunting. Tikus secara acak dibagi menjadi empat grup. Grup A merupakan tikus bunting terinfeksi dan mendapatkan HBOT. Grup B merupakan tikus bunting sehat dan tidak terinfeksi tachyzoite serta mendapat HBOT. Grup C merupakan tikus buting terinfeksi dan tidak mendapatkan HBOT. Grup D merupakan kontrol negatif yakni tikus bunting sehat tanpa mendapatkan HBOT. Tikus yang terinfeksi diberikan 10 3 tachyzoite T.gondii melalui injeksi intraperitoneal. Ekspresi Bcl-2 diperiksa dengan immunohistokimia. Semua data dianalisa dengan menggunakan uji ANOVA melalui aplikasi SPSS 21. Terdapat perbedaan yang signifikan pada ekspresi Bcl-2 antara grup A dan grup C karena p<α (p <0.017). HBOT dapat meningkatkan ekspresi Bcl-2 myometrium tikus terinfeksi maupun tidak terinfeksi dengan pemberian HBOT 2.4 ATA selama 3x30 menit, 10X terapi yang terbagi menjadi 2X sehari selama 5 hari. Kata Kunci: Bcl-2, HBOT, Myometrium, Tachyzoite, Toxoplasma gondii Protective Effect of Hyperbaric Oxygen Therapy to Bcl-2 Expression in the Myometrium of Pregnant Rattus norvegicus Infected by Tachyzoite of Toxoplasma gondii Abstract Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) can increase oxygen delivery to tissues and stimulate the formation of H2O2 as a secondary messenger for phosphorylation of nuclear factor kappa beta (NF-kB) which plays an important role in the transcription of the anti-apoptotic gene. This study aimed to determine the effects of Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) in enhancing the