Jurnal Ilmiah “MEKANIK” Teknik Mesin ITM, Vol. 5 No. 2, November 2019 : 80 - 86 80 ANALISIS PERBANDINGAN PENGUJIAN EKSPERIMENTAL DAN SIMULASI KOMPOR SURYA TIPE KOTAK UNTUKMEMASAK NASI DENGAN ERYTHRITOL SEBAGAI PCM Safri Gunawan 1,* , Wilda Rina 1 , Abdi Bimardotillah Lubis 1 1 Sekolah Tinggi Teknologi Sinar Husni *gunpal17@sttsinarhusni.ac.id ABSTRAK Penggunaan energi surya dapat dikonversikan menjadi energi termal dan dapat digunakan untuk memasak, mengeringkan hasil pertanian, dan memanaskan air. Energi surya yang sedang berkembang dan dikonversikan menjadi energi termal untuk keperluan memasak adalah kompor surya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penelitian eksperimental dengan simulasi ANSYS 14.0 saat memasak nasi pada kompor surya. Tipe kompor surya yang digunakan adalah tipe kotak dengan menambahkan cermin sebagai reflektor, vessel tembaga sebagai wadah PCM, penyangga untuk mengganjal posisi vessel saat proses memasak, dan vessel aluminium sebagai wadah untuk memasak nasi. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa error yang terjadi antara eksperimental dan simulasi pada menit ke 10, menit ke 60, menit ke 120 dan menit ke 360 adalah 1,15%, 0,84%, 0,79%, dan 0,56%, secara berurut. Kata kunci: Energi Surya; Kompor Surya; Simulasi Ansys ABSTRACT The use of solar energy can be converted to thermal energy and can be used for cooking, drying agricultural products, and heating water. Solar energy developed and converted into thermal energy for cooking is the solar cooker. This study aims to compare the results of experimental research with ANSYS 14.0 simulation when cooking rice on a solar cooker. The type of solar stove used is a box type by adding mirror as a reflector, copper vessel as a PCM container, lug to hold the vessel's position during the cooking process, and aluminum vessel as a container for cooking rice. The result shows that the errors occurred between experimental and simulation at 10 minutes, 60 minutes, 120 minutes and 360 minutes are 1.15%, 0.84%, 0.79%, and 0.56 %, respectively. Keyword: Solar Energy, Solar Cooker, Ansys Simulation PENDAHULUAN Menipisnya persediaan energi yang berasal dari fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam mengharuskan masyarakat beralih menggunakan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang dapat dikembangkan adalah energi surya. Energi surya merupakan sumber energi alternatif terbarukan yang potensial untuk dikembangkan dan ketersediaannya tidak terbatas pada daerah tropis dan subtropis. Energi surya dapat dimanfaatkan secara langsung untuk energi surya fotovoltaik dan energi surya termal. Energi surya fotovoltaik pada umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik, sedangkan Energi surya termal digunakan untuk memasak, mengeringkan hasil pertanian, dan memanaskan air. Energi surya adalah energi panas dari matahari yang dipancarkan ke bumi dan umumnya digunakan dengan cara penyerapan secara langsung maupun tidak langsung. Kategori teknologi surya dikelompokkan dalam teknologi aktif dan teknologi pasif. Teknologi aktif meliputi penggunaan panel fotovoltaik untuk mengubah energi surya kebentuk energi listrik. Teknologi pasif meliputi pemilihan bahan konstruksi yang memiliki sifat termal yang baik dan digunakan untuk mengurangi kebutuhan sumber daya alam [5]. Penggunaan energi surya dapat dimanfaatkan untuk memasak, mengeringkan hasil pertanian, dan memanaskan air. Energi surya yang sedang berkembang dan dikonversikan menjadi energi termal untuk keperluan memasak adalah kompor surya. Kompor surya adalah suatu alat penukar kalor yang menggunakan energi surya yang didisain untuk proses memasak [1]. Ditinjau dari disain kompor surya yang telah dikembangkan para peneliti, kompor surya dibedakan kedalam tiga jenis yaitu bentuk konsentrasi, bentuk