15 | Pharmasipha, Vol. 5, No. 1, Maret 2021 NILAI PANSS-EC DAN GAF PADA PASIEN GANGGUAN MENTAL PSIKOTIK YANG DITERAPI ATYPICAL-ATYPICAL DAN ATYPICAL-TYPICAL DI RSJ GRHASIA YOGYAKARTA Mexsi Mutia Rissa 1 , Endang Darmawan 2 1 Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta, 55161 INDONESIA 2 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, 55164 INDONESIA mexsi.rissa@gmail.com ABSTRAK Sekitar 7% penduduk Indonesia mengalami gangguan mental psikosis. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah kedua tertinggi tingkat kejadian psikosis dengan angka 10 per 1000 penduduk dan yang dirawat dirumah sakit jiwa dengan gangguan skizofrenia sebanyak 80%. Respon terapi pengobatan pasien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia dapat dilihat dari perbaikan gejala yang dapat diukur melalui parameter seperti The Positive and Negative Syndrome Scale-Excited Component (PANSS-EC) dan Global Assessment of Functioning (GAF), kedua parameter ini merupakan variabel penting yang ditunjukkan oleh hasil penilaian secara obyektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai PANSS-EC dan GAF sebelum dan sesudah diterapi atypical-atypical dan atypical-typical. Desain penelitian kohort prospektif. Kriteria inklusi pasien usia dewasa (18-65 tahun), sedang menjalani rawat inap, mendapatkan terapi atypical-atypical dan atypical-typical dan memiliki data yang lengkap. Data didapatkan dari rekam medis dan dianalisis dengan tes univariat untuk menggambarkan distribusi pasien. Pengujian bivariat untuk membandingkan dan menghubungkan nilai PANSS-EC dan GAF. Jumlah sampel sebanyak 32 pasien terbagi menjadi 2 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PANSS-EC sesudah diterapi turun secara signifikan (p=0,001) dan nilai GAF naik secara sigfnifikan (p=0,001) namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok terhadap pasien gangguan mental psikotik di Rumah Sakit Jiwa Yogyakarta. Kata kunci : gangguan mental psikosis, atypical-atypical, atypical-typical, PANSS-EC, GAF ABSTRACT Approximately 7% of Indonesia's population experience mental disorders psychosis. Special Region of Yogyakarta is the second highest area ofpsychosis incidence rate with 10 per 1000 population and 80% are treated in mental hospitals with schizophrenia. Treatment response of patients with mental disorders such as schizophrenia can be seen from the improvement of symptoms that can be measured through parameters such as The Positive and Negative Syndrome Scale- Excited Component (PANSS-EC) and Global Assessment of Functioning (GAF), these two parameters are important variables that are important indicated by the results of an objective assessment. This study aims to determine the differences in PANSS-EC and GAF values before and after atypical-atypical and atypical-typical treatment. Prospective cohort study design. The inclusion criteria for adult patients (18-65 years), who are inpatient, get atypical-atypical and atypical-typical therapy and have complete data. Data obtained from medical records and analyzed by univariate tests to describe the distribution of patients. Bivariate testing to compare and link PANSS-EC and GAF values. The total sample of 32 patients was divided into 2 groups. The results showed that the PANSS-EC value after being treated dropped significantly (p=0.001) and the GAF value rose significantly (p=0.001) but there were no significant differences between the two groups of psychotic mental disorder patients at at the psychiatric hospital. Keywords : psychotic mental disorder, atypical-atypical, atypical-typical, PANSS-EC, GAF