1672 Deskripsi Kesalahan Siswa dan Scaffoldingnya Dalam Menyederhanakan Pecahan Bentuk Aljabar Indah Puspitasari Maharani 1 , Sisworo 1 , Hendro Permadi 1 1 Pendidikan Matematika-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 26-06-2019 Disetujui: 15-12-2019 Abstract: The research objectives are (1) describing the mistakes made by students in simplifying fractions of algebraic forms and (2) describing the scaffolding given to overcome student errors. The subjects in this study were UM Lab High School students in the XI IPS class who made mistakes in completing the test. The research subjects studied were 2 students categorized in the low ability category. This type of research is descriptive qualitative. Data obtained through tests and interviews. The results showed that (1) the mistakes made by students in simplifying the algebraic fractions consisted of errors in denominator equations, errors in algebraic operations, errors in algebraic factoring and errors in simplified algebraic fractions and (2) scaffolding given based on errors in point one is explaining, reviewing and restructuring and developing conceptual thinking. Abstrak:. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyederhanakan pecahan bentuk aljabar dan (2) mendeskripsikan scaffolding yang diberikan untuk mengatasi kesalahan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Lab UM kelas XI IPS yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan tes. Subjek penelitian yang diteliti sebanyak 2 siswa yang dikategorikan dalam kategori kemampuan rendah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyederhanakan pecahan bentuk aljabar terdiri dari kesalahan pada penyamaan penyebut, kesalahan pada operasi aljabar, kesalahan pada pemfaktoran aljabar dan kesalahan pada penyederhanaan pecahan aljabar dan (2) scaffolding yang diberikan berdasarkan kesalahan pada poin satu adalah explaining, reviewing dan restructuring serta developing conceptual thinking. Kata kunci: description of student error; procedural and conceptual error; fractional algebraic form; scaffolding deskripsi kesalahan siswa; kesalahan prosedural dan konseptual; pecahan bentuk aljabar; scaffolding Alamat Korespondensi: Indah Puspitasari Maharani Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: indah.puspitasari.1703118@students.um.ac.id Banyak para ahli yang telah melakukan penelitian tentang kesalahan siswa dalam belajar matematika dan mendefinisikan kesalahan (Brodie, 2014; Sarwadi & Shahrill, 2014; Tariq, 2008). Walaupun masih banyak perdebatan yang membedakan kesalahan dan miskonsepsi, namun keduanya merupakan hasil dari aturan yang dipercayai oleh siswa. Kesalahan (error) dapat terjadi secara acak dalam kesalahan perhitungan atau hilangnya tanda akurasi pada saat menjawab suatu pertanyaan matematika sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan dalam memperoleh jawaban yang tepat. Kesalahan ( error) ini dapat terlihat dalam naskah hasil pekerjaan siswa dan dapat diatasi dengan latihan atau remedi yang berulang, sedangkan miskonsepsi merupakan kesalahan pemahaman siswa yang terjadi dari konstruksi struktur konseptual siswa dan biasa disebut kesalahan yang sistematis. Miskonsepsi memerlukan konstruksi pemahaman yang dibangun secara teratur karena telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pemahaman siswa. Oleh karena itu, penelitian terhadap kesalahan matematika siswa sebenarnya merupakan upaya dalam mengatasi kesalahan pemahaman yang terjadi pada siswa dalam belajar matematika maupun sebagai upaya untuk mengurangi derajat kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan matematika (Bentley & Bossé, 2018; Ryan & McCrae, 2005). Pembelajaran matematika di kelas sering menggunakan pengetahuan prosedural maupun konseptual. Walaupun hal itu tergantung pada materi dan peran guru di kelas, namun keduanya sering digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas. Pada umumnya pengetahuan konseptual melibatkan pemahaman tentang makna dari suatu konsep. Pengetahuan ini diperlukan untuk memahami masalah dan menghasilkan strategi baru atau menyesuaikan strategi yang dikenal untuk memecahkan masalah (Egodawatte & Stoilescu, 2015). Dalam pengetahuan konseptual menggunakan istilah relasi pemahaman (relational understanding) yang berhubungan dengan bagaimana mengerjakan dan mengapa dalam memecahkan masalah. Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan tentang aturan untuk memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk mengetahui Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 12 Bulan Desember Tahun 2019 Halaman: 1672—1682