Peningkatan Awareness Kerugian Ekonomi Akibat Merokok (Helfi Agustin) | 31 2019 Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat - ISSN: 2580-2569; e-ISSN: 2656-0542 Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No. 1, April 2019, Hal. 31-38 ISSN: 2580-2569; e-ISSN: 2656-0542 DOI: https://doi.org/10.12928/jp.v3i1.589 Peningkatan awareness kerugian ekonomi akibat merokok pada warga Ponegaran Desa Jambidan, Banguntapan, Kabupaten Bantul Helfi Agustin Universitas Ahmad Dahlan, Jl. Prof. Dr. Soepomo, S.H, Janturan Umbulharjo, DIY E-mail : helfi.agustin@ikm.uad.ac.id ABSTRAK Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan awareness peserta terhadap kerugian ekonomi akibat merokok. Sasaran penyuluhan terdiri dari pengurus RT dan ibu-ibu di RT 04 Dusun Ponegaran-Jambidan Kabupaten Bantul. Istri berperan sebagai pengatur keuangan keluarga. Secara psikologis istri akan memiliki emosional negatif jika menyangkut kerugian ekonomi dalam keluarga, sehingga ibu tidak menerima perilaku merokok karena konversi nilai ekonomi rokok terhadap pengeluaran keluarga sangatlah merugikan. Jumlah peserta yang diundang 30 orang, namun yang hadir 14 warga. Penyuluhan dilakukan dengan cara ceramah dan pemutaran video mengenai fenomena kalangan perokok di Indonesia, dilanjutkan dengan diskusi untuk menghitung pengeluaran langsung yaitu jumlah uang yang dikeluarkan dari biaya pembelian rokok dan pengeluaran tidak langsung dari biaya berobat salah satu penyakit sehubungan dengan tembakau. Ibu-ibu yang hadir cukup antusias telihat dari pertanyaan yang diajukan. Dampak dari pengabdian belum terlihat nyata, namun dari segi output ada peningkatan awareness terhadap kerugian ekonomi keluarga secara langsung dan tidak langsung dari merokok. Kata kunci : Kerugian ekonomi, Merokok, Pengeluaran, Keluarga. ABSTRACT This community service was run as an awareness raising program of economic losses due to smoking. The target of counseling consisted of city administrator and adult female citizen at RT 04 Ponegaran-Jambi dan, Bantul Regency. A wife has a role as a treasurer in the family. By this program, it is expected that the wives have a negative perception of family members who smoke, due to the conversion of the economic value of cigarettes is very detrimental to family expenses. Thirty participants were invited, but only 14 people came to the event. Counseling was done by lecturing and playing videos on the phenomenon of smokers in Indonesia, followed by a discussion to calculate direct expenditure from the amount of money spent on the cost of buying cigarettes and indirect expenses from the cost of treating one of the diseases related to tobacco. The women who were present were enthusiastic enough to see from the questions raised. The impact had not been seen yet, but in terms of output, there was an increase in knowledge and awareness of family expenses directly and indirectly from smoking. Keywords : Economic losses, Smoking, Expenditure, Family PENDAHULUAN Badan kesehatan dunia melansir 1/3 dari populasi dunia (1,25 miliar orang) adalah perokok yang berusia 15 tahun ke atas. Jumlah ini akan bertambah seiring dengan terjadinya ekspansi populasi dunia. Setiap hari sejumlah 80-100 ribu penduduk di dunia yang menjadi pecandu akan ketagihan rokok. Di Amerika Serikat pada tahun 2000, 25% dari angka kejadian merokok adalah orang dewasa dan dikatakan terdapat peningkatan 50% dari tahun 1988. Lebih dari 80% perokok mulai merokok sebelum umur 18 tahun serta diperkirakan 3000 remaja mulai merokok setiap hari (Kementerian Kesehatan RI, 2015).