Penerapan Artificial Intelligence dalam penyelesaian Ruang Masalah terhadap Sistem Informasi Nurafni Damanik 1 , B. Herawan Hayadi 2 1,2 Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Potensi Utama, Medan, Indonesia nurafnidamanik36@gmail.com 1 , b.herawan.hayadi@gmail.com 2 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan adalah sistem komputer yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Teknologi ini dapat membuat keputusan dengan cara menganalisis dan menggunakan data yang tersedia di dalam sistem. Proses yang terjadi dalam Artificial Intelligence mencakup learning, reasoning, dan self-correction. Proses ini mirip dengan manusia yang melakukan analisis sebelum memberikan keputusan [1]. Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan , yang digagas para ilmuwan di Amerika serikat tahun 1956, memang tujuan utamanya adalah untuk memudahkan pekerjaan manusia. Menurut pendapat Widodo Budiharto, Profesor artificial intelligence dari Binus University, manusia memang membutuhkan kemudahan, misalnya mengoperasikan semua peralatan cukup menggunakan suara atau semacamnya. Itulah yang menjadi dasar mengapa semua Artificial Intteligence, mulai dari hiburan hingga keamanan. Adapun tujuan akhir dari AL adalah kemudahan hidup bagi umat manusia dan efisiensi yang tinggi bagi semua lini kehidupan [2]. Seperti halnya teknologi informasi, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan secara luas di berbagai bidang. Kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan misalnya untuk mendeteksi suatu penyakit dengan bantuan sistem pakar, dalam bidang kuliner dapat menerapkan robot sebagai pengganti pelayan restoran atau bahkan sebagai pengganti chef, dalam bidang entertainment bisa digunakan untuk berbagai macam permainan, misalnya saja bermain catur dengan komputer. Berbeda dengan Pengolahan bahasa alami atau sering disebut natural language processing (NLP) adalah bidang kecerdasan buatan yang berurusan dengan pemahaman bahasa manusia. Sebagai salah satu contohnya adalah penterjemahan bahasa manusia satu ke bahasa manusia yang lainnya. Pengolahan bahasa alami biasanya berbentuk software penterjemah, di dalamnya terdapat banyak kosakata yang tersimpan, menganalisis kata yang akan diterjemahkan, dan kemudian